Megapolitan . 14/12/2025, 11:31 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
fin.co.id - Harga cabai rawit merah di pasaran wilayah Jakarta makin pedas jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berdasarkan pantauan harga di Pasar Senen Blok VI, Jakarta Pusat pada Minggu, 14 Desember 2025, harga cabai rawit merah yang normalnya Rp45 ribu per kilogram (Kg) menjadi Rp90 ribu per Kg.
Salah satu pedagang cabai di Pasar Senen Blok VI, Dewa (51) mengatakan, kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak bulan November 2025.
"Cabe rawit merah Rp90 ribu per Kg. Naik sudah 2 Mingguan. Dari Rp45-50 ribu sekarang Rp90 ribuan," kata Dewa saat ditemui di lapak dagangannya.
Tak hanya cabai rawit merah, kata Dewa, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai lainnya.
Cabai merah besar yang normalnya dibanderol dengan harga Rp45 ribuan naik menjadi Rp65 ribuan per Kg.
Sedangkan harga cabai rawit ijo yang sebelumnya dibanderol Rp35 ribu per Kg menjadi Rp70 ribu per Kg.
Kenaikan harga terang Dewa diakibatkan stok komoditas cabai di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur mengalami kelangkaan jelang Nataru 2025-2026.
Hal ini disebabkan pasokan cabai dari daerah produsen ke Ibu Kota berkurang dalam beberapa pekan terakhir.
"Pasokannya kurang dari kampungnya. Memang setiap tahun begitu," pungkas Dewa.
Kenaikan harga bukan hanya terjadi pada komoditas cabai. Harga bawang juga mengalami kenaikan menjelang Nataru.
Pedagang bawang Fahri (25) mengatakan, harga bawang merah mengalami kenaikan kisaran Rp10 ribu per Kg.
Harga bawang merah yang normalnya Rp40 ribuan per Kg, naik menjadi Rp60 ribu per Kg.
Sementara untuk bawang putih dan bawang bombay sambung Fahri tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan.
"Bawang putih sama bombay stabil, cuma naik dikit doang paling. Rp1000, 2000. Sekarang yang putih Rp40 ribu per Kg, bombay Rp35 per Kg," ujar Fahri.
Fahri mengatakan, kenaikan harga bawang merah memang sudah rutin terjadi setiap tahunnya menjelang hari besar keagamaan.
Fahri menduga, kenaikan harga bawang merah terjadi di pasaran karena tingginya permintaan menjelang Nataru.
"Untuk stok di Pasar Induk Kramatjati stok aman, enggak ada, enggak ada keterlambatan," pungkasnya. (Cahyono)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media