Ekonomi . 14/12/2025, 14:15 WIB

HARGA DAGING MELEJIT! Pedagang di Jakarta Menjerit: Modal Meroket, Pembeli Mendadak Hilang

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Kondisi pasar menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sedang tidak baik-baik saja. Di tengah euforia liburan, para pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, kini harus menanggung beban berat. Harga daging sapi mendadak melejit tak terkendali, membuat modal belanja meroket tajam, sementara jumlah pembeli justru menyusut drastis. Situasi ini menciptakan dilema akut bagi pedagang yang berusaha mempertahankan usahanya.

Pada Minggu, 14 Desember 2025, harga jual daging sapi di Pasar Senen terpantau mencapai Rp130 ribu per kilogram (Kg). Meskipun harga jual di tingkat pengecer sudah tinggi, kenaikan modal belanja dari Rumah Potong Hewan (RPH) lah yang paling mencekik leher pedagang. Rudi (36), salah satu pedagang daging sapi di sana, terlihat melamun di lapaknya. Stok daging masih menumpuk, namun pembeli tak kunjung datang.

Modal Melompat, Omzet Menjerit

Rudi mengeluhkan sepinya pembeli yang kontras dengan kenaikan harga daging sapi di RPH. Ia mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk berbelanja daging sapi di RPH selama beberapa hari terakhir. Pasalnya, harga daging sapi di RPH telah melonjak secara tidak wajar, dari sebelumnya berkisar Rp80 ribuan per Kg kini melompat tajam ke angka Rp100 ribuan per Kg.

Kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan sebenarnya sudah lumrah terjadi setiap tahun. Namun, Rudi merasa kali ini berbeda. Biasanya, kenaikan terjadi secara perlahan dan bertahap. Tapi tahun ini, lonjakan harga terjadi secara drastis, membuat Rudi dan pedagang lain terkejut dan sulit beradaptasi. "Ya, biasanya sih kalau mau Natal naiknya enggak sekaligus. Ini mah naiknya melonjak," keluh Rudi, menunjukkan betapa mendadak dan besar dampak kenaikan kali ini.

Di tengah tekanan modal yang meroket, Rudi berada dalam posisi sulit. Ia tidak berani menaikkan harga jual daging sapi di lapaknya di atas harga pasaran Rp130 per Kg karena takut ditinggal pelanggan setianya. Mempertahankan harga jual di tengah modal yang naik otomatis memangkas habis margin keuntungan. Rudi juga mengeluhkan penurunan signifikan pada jumlah pembeli, yang berimbas langsung pada anjloknya omzet penjualan. Ia harus memutar otak agar usahanya tidak mengalami kerugian besar. "Kita juga bingung. Bingung jualnya. Harga jual mah di sini pasaran tetep Rp130 per Kg," kata Rudi, menggambarkan dilema para pedagang kecil.

Bukan Hanya Sapi: Harga Daging Ayam Ikut Terbang

Masalah kenaikan harga menjelang Nataru ternyata tidak hanya menimpa daging sapi. Sektor daging ayam pun mengalami gejolak harga yang signifikan. Amir (36), pedagang ayam potong di Pasar Senen, melaporkan bahwa harga daging ayam melonjak hingga Rp11 ribu per Kg.

Normalnya, harga daging ayam berada di kisaran Rp33 ribu per Kg. Namun, saat ini, harganya sudah naik mencapai Rp44 ribu per Kg. Kenaikan harga daging ayam ini bahkan sudah berlangsung lama—tiga bulan terakhir! "Udah 3 bulan ini. Dari harga Rp33 ribu aja sekarang udah Rp44 ribu (per Kg)," terang Amir.

Menurut keterangan yang Amir dapat dari RPH Pulogadung, kenaikan harga daging ayam ini disebabkan oleh menipisnya pasokan dari daerah produsen. Kelangkaan pasokan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya permintaan daging ayam secara masif menjelang perayaan Nataru 2025-2026. "Emang di luar daerah lagi kosong barang, lagi langka," pungkas Amir. Ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan parah antara supply dan demand di pasar, yang pada akhirnya memukul konsumen dan pedagang pengecer seperti Rudi dan Amir.

Kombinasi antara lonjakan harga modal yang mendadak pada daging sapi dan kenaikan harga yang persisten pada daging ayam menciptakan perfect storm di pasar. Situasi ini bukan hanya mengancam kelangsungan usaha pedagang kecil yang keuntungannya tergerus, tetapi juga berpotensi memicu inflasi harga pangan di tingkat konsumen menjelang akhir tahun. Pemerintah dan pihak terkait harus segera mencari solusi cepat untuk menstabilkan pasokan dari daerah produsen dan menekan kenaikan harga di RPH agar beban ekonomi pedagang dan masyarakat tidak semakin berat saat momentum perayaan hari besar. - Cahyono/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com