Megapolitan . 15/12/2025, 15:19 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Satlantas Polresta Tangerang mencatat sebanyak 20 kejadian kecelakaan lalu lintas (KKL) yang melibatkan truk tanah sepanjang tahun 2025 di wilayahnya. Korban yang terlibat mengalami berbagai tingkat cedera, mulai dari luka ringan, luka berat, hingga meninggal dunia.
Meskipun jumlahnya cukup signifikan, angka kasus tahun ini disebut turun drastis dibanding tahun sebelumnya. "Dari awal tahun sampai Desember ini sudah ada 20 kejadian. Tapi memang trennya menurun dibanding tahun lalu," terang Kanit Gakum Satlantas Polresta Tangerang Ipda Irruandy Aritonang kepada wartawan, Senin (15/12/2025).
Kata dia, sebagian besar kasus ditangani melalui restorative justice atau jalan damai. Hanya sekitar enam hingga tujuh kasus yang berkembang sampai sopir armada menjadi tersangka.
Dilihat dari waktu terjadinya, sebagian besar kecelakaan terjadi pada malam hari dengan penyebab utama seperti kendaraan yang gagal rem dan pengendara sepeda motor yang terjatuh sebelum masuk kolong truk.
"Ketika di TKP kami juga langsung hubungi pihak armada, dan korban segera dibawa ke rumah sakit dengan bantuan biaya pengobatan dari pihak usaha truk. Pihak korban dan sopir selalu melakukan musyawarah untuk menyelesaikannya damai," ujar Ipda Irruandy.
Tentang kelayakan sopir truk tanah, ia memastikan semua telah memiliki SIM yang sah. "Pertama kali yang kita amankan adalah surat kendaraan, KTP, dan SIM – semua lengkap," ungkapnya.
Mengenai rawan laka akibat truk tanah yang banyak melintas, kepolisian telah melakukan sosialisasi keselamatan yang cukup masif. Namun, pelanggaran masih sering ditemukan, seperti pengendara yang tidak memakai helm terutama anak-anak muda dan anak sekolah yang dikantar orang tua.
"Kesadaran masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas tampaknya berkurang. Kita butuh dukungan semuanya – orang tua, RT, RW – untuk mengawasi dan mengingatkan satu sama lain," pinta Ipda Irruandy.
Harapan besar ditujukan kepada masyarakat luas untuk bekerja sama menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman. "Korban terbanyak adalah anak-anak muda yang menjadi masa depan. Mari kita jadikan 'polisi di dalam diri' masing-masing dan jaga keselamatan bersama," tandasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media