Megapolitan . 17/12/2025, 16:25 WIB

Hasil Uji Laboratorium Pastikan Makanan di SPPG Meruya Selatan Aman

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Hasil uji laboratorium makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Meruya Selatan, Jakarta Barat, telah keluar dan memastikan tidak adanya kontaminasi bakteri atau bahan kimia berbahaya pada sampel makanan. Kepala SPPG Meruya Selatan, Satria Jaya Putra, menyampaikan hasil tersebut diterima pada Selasa, 11 November 2025.

“Hasil pengujian mikrobiologi menunjukkan sampel makanan negatif dari bakteri penyebab keracunan seperti Salmonella, E. coli, maupun Staphylococcus aureus,” ujarnya kepada Disway Group, Rabu, 17 Desember 2025.

Satria menambahkan, sampel makanan yang diuji di laboratorium forensik independen dan terakreditasi mencakup lima porsi yang dikonsumsi saat kejadian. Hasil uji kimia toksikologi juga memastikan makanan tersebut bebas dari bahan kimia berbahaya atau racun. Dengan demikian, dugaan keracunan akibat kontaminasi bakteri atau bahan kimia tidak terbukti.

Meski begitu, pihak SPPG tetap berkoordinasi dengan tenaga medis dan dinas kesehatan untuk menelusuri kemungkinan penyebab lain, seperti intoleransi makanan, alergi, atau sensitivitas makanan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak medis dan dinas kesehatan untuk menelusuri kemungkinan penyebab lain dari gejala yang timbul,” terang Satria.

SPPG Meruya Selatan menegaskan komitmen menjaga standar keamanan pangan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan. Evaluasi menyeluruh terhadap proses penanganan dan penyajian makanan juga telah dilakukan sebagai langkah perbaikan berkelanjutan. SPPG kini telah kembali beroperasi sejak Senin, 15 Desember 2025.

Peristiwa ini bermula saat puluhan siswa SDN Meruya Selatan 01, Kembangan, Jakarta Barat, mengalami mual dan pusing setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 29 Oktober 2025. MBG baru diterima sekolah tiga hari sebelumnya, sejak Senin, 27 Oktober 2025.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Nursyamsiyah, menjelaskan bahwa sekitar 20 siswa mengalami reaksi ringan dan sebagian besar langsung ditangani di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) oleh dokter Puskesmas. Tujuh siswa lainnya dirujuk ke RSUD Kembangan untuk mendapatkan obat.

Nur menduga bahwa puding cokelat yang disajikan saat itu menjadi pemicu mual dan pusing sebagian siswa. “Ada dua macam puding, satu berbau seperti gosong, yang satu lagi normal,” jelasnya.

Dengan hasil uji laboratorium yang menunjukkan keamanan makanan, SPPG Meruya Selatan memastikan kegiatan pemberian MBG tetap berjalan sesuai standar gizi dan keamanan pangan.

(Candra Pratama)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com