Ekonomi . 17/12/2025, 21:43 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, upaya pemulihan sektor energi setelah bencana masih menghadapi sejumlah hambatan berat, terutama pada layanan kelistrikan di berbagai daerah terdampak.
Kerusakan infrastruktur yang meluas, ditambah keterbatasan akses menuju lokasi bencana, menyebabkan ratusan ribu pelanggan listrik sampai saat ini belum dapat kembali menikmati aliran listrik secara normal.
Mengacu pada data Tim ESDM Siaga Bencana, sekitar 1,7 juta pelanggan listrik di seluruh Indonesia terdampak bencana. Dari angka tersebut, sebanyak 198.296 pelanggan masih mengalami pemadaman, sementara sebagian besar lainnya telah berhasil dipulihkan pasokan listriknya.
"Pemulihan kelistrikan masih menghadapi tantangan berat di lapangan, terutama di wilayah dengan akses terbatas dan kerusakan infrastruktur yang parah," terang Bahlil dalam keterangan Resmi, Rabu, 17 Desemer 2025.
Ia memaparkan bahwa di wilayah Aceh, khususnya Banda Aceh, kapasitas pembangkit listrik saat ini berada di kisaran 110 Mega Watt (MW) dengan beban rata-rata sekitar 66 MW. Namun demikian, sebagian kebutuhan listrik di wilayah tersebut masih disuplai menggunakan genset.
"Jaringan induk yang telah terpasang kini mencapai sekitar 80–90 persen, dan diperkirakan dalam beberapa minggu ke depan seluruhnya akan kembali normal. Jika ini tercapai, pasokan listrik dari Arun dan Bireuen bisa masuk secara normal," ungkap Bahlil.
Untuk jaringan transmisi antarwilayah di Pulau Sumatra, sambungan listrik dilaporkan sudah terhubung. Kendala utama saat ini justru berada pada jaringan distribusi menuju desa-desa, yang masih terganggu akibat kerusakan parah pada infrastruktur distribusi.
Bahlil menekankan bahwa percepatan pemulihan tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena faktor keselamatan menjadi prioritas. Kondisi di lapangan masih berisiko, dengan banyak jalan rusak, tiang listrik tumbang, serta sejumlah desa yang masih terendam banjir.
"Kalau listrik dipaksakan mengalir ke daerah yang masih tergenang air, itu justru berpotensi menimbulkan kecelakaan," tekan dia.
Berdasarkan laporan terbaru Tim ESDM Siaga Bencana per Senin, 15 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, tercatat 1.789.566 pelanggan secara nasional terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 1.591.271 pelanggan telah kembali memperoleh pasokan listrik, sementara 198.296 pelanggan masih dalam kondisi padam.
Di Provinsi Aceh, dari total 970.954 pelanggan terdampak, sebanyak 774.401 pelanggan sudah kembali menikmati aliran listrik. Sementara itu, dari 6.500 desa yang terdampak, 5.961 desa telah kembali menyala dan 539 desa masih mengalami pemadaman.
Daerah dengan jumlah desa tanpa listrik terbanyak berada di Aceh Tengah dengan 147 desa, diikuti Bener Meriah sebanyak 140 desa, Aceh Tamiang 99 desa, Gayo Lues 69 desa, dan Aceh Timur 41 desa.
Pemadaman listrik juga masih dilaporkan terjadi di sejumlah desa di wilayah Aceh Utara, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Tenggara, serta Aceh Barat.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemulihan pasokan listrik seiring membaiknya kondisi di lapangan, dengan tetap mengedepankan keselamatan petugas dan masyarakat sebagai prioritas utama.
(Dimas Rafi)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media