Megapolitan . 18/12/2025, 17:21 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta telah melakukan penanganan terhadap puluhan ribu pohon yang dinilai berisiko tumbang sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem di wilayah Ibu Kota.
Langkah ini diambil guna meminimalkan potensi pohon tumbang maupun dampak lanjutan akibat cuaca buruk yang berisiko membahayakan keselamatan warga.
Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang akan terjadi pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
Kepala Distamhut DKI Jakarta, M Fajar Sauri menyampaikan, hingga awal Desember 2025, penanganan telah dilakukan terhadap 69.932 pohon yang masuk kategori berisiko.
"Hingga awal Desember 2025, tercatat sebanyak 69.932 pohon berisiko telah ditangani melalui berbagai tindakan pengendalian, meliputi pemangkasan ringan, sedang, dan berat (toping), serta penebangan terhadap pohon yang dinilai sangat berbahaya," kata Fajar dalam keterangannya, Kamis, 18 Desember 2025.
Ia menjelaskan, pada tahap pra-cuaca ekstrem, pihaknya secara rutin melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon yang berpotensi membahayakan, seperti pohon berusia tua, condong, atau memiliki batang yang keropos.
Selain itu, pemeriksaan kondisi dan kesehatan pohon terus dilakukan sebagai upaya pencegahan sejak dini. Kegiatan tersebut meliputi pemangkasan untuk menyeimbangkan tajuk, pembersihan cabang kering, serta deteksi dini terhadap potensi kerusakan.
Distamhut juga memastikan kesiapan sumber daya manusia, peralatan pendukung, serta armada operasional agar dapat merespons cepat apabila terjadi kondisi darurat.
Menurut Fajar, langkah-langkah ini merupakan bentuk adaptasi pemerintah daerah terhadap meningkatnya frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem di Jakarta.
"Penanganan pohon berisiko kami lakukan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis dan data lapangan, mulai dari pemangkasan hingga penebangan pada pohon yang dinilai membahayakan," ujarnya.
Penanganan difokuskan pada pohon-pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan mengganggu akses jalan utama.
Sementara itu, pada fase pasca-cuaca ekstrem, Distamhut melakukan evakuasi dan pembersihan pohon tumbang, pendataan pohon yang rusak, serta analisis penyebab kejadian.
Sebagai tindak lanjut, dilakukan penanaman ulang dengan jenis pohon yang lebih tahan terhadap terpaan angin kencang dan curah hujan tinggi, sekaligus penyusunan laporan evaluasi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan Distamhut untuk memangkas seluruh pohon tua yang berpotensi tumbang sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem.
"Berkaitan dengan angin kencang, saya sudah meminta kepada Dinas Pertamanan untuk pohon-pohon tua semuanya kita rapikan," kata Pramono di Jakarta Utara, Selasa, 16 Desember 2025.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media