Hukum dan Kriminal . 18/12/2025, 17:54 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya resmi menyerahkan para tersangka beserta barang bukti dalam perkara penculikan dan pembunuhan kacab bank BUMN di Jakarta, Muhammad Ilham Pradipta alias MIP (37), ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Pelimpahan ini menandai selesainya proses penyidikan kasus tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, pelimpahan tahap dua dilakukan setelah jaksa peneliti menyatakan berkas perkara lengkap atau P21.
"Benar, tahap dua telah dilakukan di Kejaksaan Jakarta Timur dengan jumlah tersangka sebanyak 15 orang," katanya kepada wartawan, Kamis, 18 Desember 2025.
Ia menjelaskan, penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan pada Kamis ini sebagai bagian dari tahapan akhir sebelum perkara memasuki proses persidangan.
Sebelumnya, kepolisian telah menggelar rekonstruksi kasus penculikan MIP yang memperlihatkan rangkaian tindakan para pelaku yang dilakukan secara terencana dan sistematis.
Rekonstruksi yang berlangsung di Polda Metro Jaya tersebut memeragakan 57 adegan, lebih banyak dari rencana awal sebanyak 47 adegan. Penambahan adegan dilakukan setelah penyidik menemukan sejumlah fakta baru, terutama terkait proses pemindahan korban dan aliran dana kepada para pelaku eksekusi.
Perencanaan Dimulai dari Warung Kopi
Perkara ini bermula saat Erasmus Wawo bersama kelompoknya berkumpul di sebuah warung kopi. Di lokasi tersebut, mereka menyepakati rencana penculikan terhadap seorang kepala cabang bank yang telah lama menjadi target.
Kopda Feri Herianto kemudian memberikan uang sebesar Rp350 ribu kepada Reviando Aquinas Handi untuk membeli sejumlah perlengkapan, seperti lakban, handuk kecil, masker, dan rokok.
Setelah perlengkapan siap, lima orang yang terdiri dari Erasmus Wawo, Andre Tomatala, Johannes Ronald Sebenan, Emanuel Woda Bertho, dan Reviando Aquinas Handi berangkat menggunakan mobil Avanza putih. Sementara itu, Kopda Feri Herianto bersama Serka Frengky Yaru menggunakan mobil Calya.
Kedua kendaraan tersebut bergerak menuju kawasan Lotte Mart dengan posisi Calya berada di depan dan Avanza mengikuti dari belakang.
"Dalam perjalanan, Avanza sempat berhenti. Erasmus turun dan menutup dua digit pelat nomor mobil menggunakan lakban hitam demi menghilangkan identitas kendaraan," kata Iptu Tiguanto.
Penculikan Terjadi di Area Parkir
Sesampainya di lokasi, Emanuel terlebih dahulu melakukan tapping parkir. Tak berselang lama, kendaraan korban berupa Ertiga hitam masuk dan terparkir.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media