Viral . 21/12/2025, 07:59 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Kawasan wisata Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mendadak jadi sorotan setelah banjir bandang menerjang wilayah pegunungan tersebut. Hujan deras yang turun pada Sabtu, 20 Desember 2025, memicu luapan air sungai dan saluran air, lalu mengubah kawasan wisata yang biasanya ramai menjadi area penuh lumpur dan material bangunan.
Peristiwa ini langsung mengganggu aktivitas wisatawan. Arus air mengalir deras di sejumlah titik dan membawa lumpur, pasir, hingga pipa bangunan. Kondisi ini membuat pengunjung kesulitan beraktivitas dan memaksa pengelola kawasan wisata meningkatkan kewaspadaan.
Hujan deras mengguyur kawasan pegunungan Guci sejak siang hari. Air hujan yang terus turun membuat daya tampung aliran sungai dan saluran air tidak mampu menahan debit air. Akibatnya, air meluap dan menggenangi area wisata yang berada di sekitar aliran sungai.
Luapan ini tidak hanya membawa air, tetapi juga lumpur serta berbagai material yang terbawa dari hulu. Aliran deras tersebut menyapu area sekitar dan menciptakan genangan di beberapa titik strategis kawasan wisata Guci.
Banjir bandang ini langsung berdampak pada aktivitas pengunjung. Arus air yang mengalir cepat membawa material bangunan seperti pipa, pasir, dan batu. Material tersebut menutup jalur akses dan area sekitar pemandian, sehingga wisatawan tidak bisa beraktivitas dengan normal.
Kondisi ini membuat suasana kawasan wisata berubah drastis. Area yang biasanya menjadi tempat relaksasi kini dipenuhi lumpur dan sisa material banjir. Pengunjung pun harus ekstra hati-hati saat melintas di sekitar lokasi terdampak.
Dampak paling serius terjadi di Pancuran 13 Guci. Kolam pemandian air panas yang menjadi ikon kawasan wisata ini dilaporkan hilang setelah tergerus arus sungai. Arus banjir menyapu kolam tersebut hingga tidak lagi terlihat bentuk aslinya.
Tidak hanya kolam pemandian, jembatan kecil yang biasa digunakan pengunjung untuk menyeberang juga ikut lenyap. Kehilangan fasilitas ini menjadi pukulan besar bagi kawasan wisata Guci, mengingat Pancuran 13 merupakan salah satu daya tarik utama bagi wisatawan.
Selain Pancuran 13, banjir bandang juga berdampak pada Pancuran 5. Area ini tertutup material batu dan pasir yang terbawa arus air dari hulu. Tumpukan material tersebut menutup area pancuran dan membuat lokasi tidak bisa digunakan seperti biasa.
Endapan batu dan pasir ini memperlihatkan betapa kuatnya arus banjir yang melanda kawasan wisata Guci. Dalam waktu singkat, area yang sebelumnya bersih berubah menjadi lokasi penuh material sisa banjir.
Banjir bandang di Guci langsung menarik perhatian karena kawasan ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Tengah. Pemandian air panas alami menjadi magnet utama bagi wisatawan yang ingin bersantai di kawasan pegunungan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan wisata alam memiliki risiko tinggi terhadap cuaca ekstrem, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah pegunungan. Luapan air sungai dapat terjadi sewaktu-waktu dan menimbulkan dampak signifikan pada fasilitas wisata.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media