Ekonomi . 22/12/2025, 22:18 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta agar patuh terhadap aturan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan memberi toleransi kepada badan usaha yang mencoba melanggar ketentuan atau bertindak seolah mengatur negara, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat pada masa libur panjang.
"Badan usaha swasta yang mencoba-coba untuk mengatur dan melawan negara, tidak mentaati aturan negara, ya tunggu tanggal mainnya," tekan Bahlil.
Di sisi lain, Bahlil memastikan kondisi pasokan BBM nasional berada dalam keadaan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik di SPBU milik negara maupun swasta, selama periode Nataru.
Ia menegaskan tidak ada alasan bagi penyalur BBM untuk mengklaim adanya kelangkaan, karena stok fisik telah tersedia dan siap didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah.
"Kita tidak ingin saudara-saudara kita yang menjalankan Natal dan Tahun Baru itu terjadi pertanyaan apakah ada bensin atau tidak. Termasuk badan-badan usaha swasta, jadi tidak ada lagi alasan. Ini barang semua sudah ada," tegasnya.
Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, ketahanan stok BBM nasional saat ini berada di atas ambang batas aman. Cadangan bensin RON 90 tercatat mampu bertahan hingga 19 hari, lebih tinggi dari batas minimal nasional yang berada pada kisaran 17–18 hari.
Sementara itu, stok bensin RON 92 tercatat memiliki ketahanan sekitar 23 hari, dan bensin RON 95 bahkan mencapai lebih dari 31 hari.
"Baik BBM subsidi maupun non-subsidi, Alhamdulillah berada di atas cadangan nasional. Ini menunjukkan kerja yang baik dari tim, dalam hal ini Pertamina, BPH Migas, dan Kementerian ESDM," terang Bahlil.
Selain bensin, ia juga menyampaikan bahwa stok energi lainnya berada dalam kondisi aman. Solar subsidi memiliki ketahanan sekitar 14–15 hari, solar non-subsidi untuk kebutuhan industri berada di atas 25 hari, sementara avtur untuk penerbangan tercatat cukup untuk lebih dari 29 hari.
Dengan situasi tersebut, Bahlil mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan selama libur Nataru.
Menurutnya, pemerintah akan terus menjaga kelancaran distribusi energi agar aktivitas dan mobilitas masyarakat tidak terganggu.
"Artinya dari sisi stok BBM, cadangan nasional kita untuk menjalankan Natal dan Tahun Baru Insya Allah aman. Jadi saudara-saudara kita yang mau Natal, jangan ada pikiran tentang stok BBM. Insya Allah semua aman," tutup dia.
Bahlil menambahkan, pengawasan distribusi BBM di lapangan akan diperketat. Pemerintah memastikan seluruh badan usaha, termasuk SPBU swasta, menjalankan kewajiban sesuai aturan demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur akhir tahun.
Dimas Rafi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media