Nasional . 22/12/2025, 19:35 WIB

WIKA Tertekan! KCJB Jadi Beban Berat, Pemerintah Diminta Ambil Alih, Skema Pengelolaan Baru Mengemuka

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Di tengah kondisi keuangan yang sedang melemah, tekanan arus kas dan kewajiban bunga yang membesar membuat ruang gerak keuangan WIKA semakin sempit.

Dalam kondisi seperti ini, opsi restrukturisasi lanjutan melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU), termasuk kemungkinan penyesuaian nilai kupon, dinilai menjadi langkah paling realistis untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan.

Analis Nilai Restrukturisasi Jadi Kunci

Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menilai WIKA saat ini menghadapi persoalan yang cukup pelik, terutama terkait kewajiban penyelesaian utang di tengah tuntutan penyelesaian proyek-proyek infrastruktur yang sudah masuk dalam pipeline perusahaan.

Menurut Reza, restrukturisasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak agar tekanan tersebut tidak semakin membebani kondisi keuangan WIKA ke depan, sembari perseroan tetap mencari peluang kontrak proyek baru.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya keterbukaan manajemen dalam menyampaikan rencana aksi korporasi kepada publik.

“Untuk menjalankan aksi korporasinya tersebut WIKA perlu menyampaikannya dalam RUPO maupun RUPS sehingga para pemegang saham maupun obligasi dapat mengetahui rencana WIKA ke depan untuk mengatasi problem keuangan yang sedang mereka hadapi,” ujar Reza.

Meski tantangan besar menghadang, Reza optimistis manajemen WIKA akan berupaya mencari solusi terbaik demi memperbaiki kinerja keuangan dan operasional perusahaan.

“Tentunya manajemen WIKA akan mencari solusi terbaik dan komitmennya untuk memperbaiki keuangan dan operasional mereka sehingga menjadi win-win solution baik dari sisi WIKA maupun para pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Dorongan agar pemerintah mengambil alih pengelolaan Kereta Cepat Whoosh dinilai bukan sekadar penyelamatan proyek, tetapi juga momentum untuk membenahi tata kelola perkeretaapian nasional.

Dengan pemisahan peran yang jelas, dukungan APBN yang terukur, serta restrukturisasi keuangan BUMN, proyek kereta cepat diharapkan bisa beroperasi lebih sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com