Internasional . 23/12/2025, 11:41 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
"Beberapa kekuatan di Jepang tidak hanya gagal merefleksikan sejarah agresi Jepang, tapi juga sangat tidak senang dengan pengaturan internasional pascaperang. Jika kekuatan sayap kanan di Jepang dibiarkan bebas mengembangkan senjata ofensif yang canggih atau bahkan memiliki senjata nuklir, hal itu akan kembali membawa bencana bagi dunia," tegas Lin Jian.
Atas pernyataan PM Takaichi pada 7 November lalu, China sudah melakukan sejumlah tindakan balasan antara lain dengan menangguhkan kembali impor produk laut Jepang, memutus pertemuan pejabat tinggi pemerintah, menyarankan warganya untuk tidak bepergian maupun belajar di Jepang, menghentikan rilis film Jepang, hingga berjanji untuk membalas dengan tegas jika Tokyo terlibat secara militer dalam urusan Taiwan.
Selain itu, dua jet tempur J-15 Angkatan Laut China dua kali mengunci radar mereka secara bergantian ke pesawat F-15 Pasukan Bela Diri Udara Jepang (ASDF) di atas laut lepas di sebelah tenggara Okinawa pada Sabtu (6/12). Tindakan tersebut juga memicu protes dari Jepang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media