Megapolitan . 23/12/2025, 15:54 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), harga komoditas pangan di pasar terlihat mengalami fluktuasi. Beberapa bahan pangan, seperti telur dan daging sapi, tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan.
Salah satu komoditas yang paling sering mengalami perubahan harga adalah cabai. Berdasarkan pantauan Disway Group di Pasar Tradisional Palmerah, Jakarta, Selasa, 23 Desember 2025, harga cabai merah keriting turun tajam dari Rp70.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram.
Rahmat, salah seorang pedagang di pasar tersebut mengatakan, fluktuasi harga cabai memang sudah terjadi sejak awal bulan Desember.
"Ya kan bentar lagi Natal, pastinya naik semua. Tapi cabai ini memang naik turun dari awal bulan, kemarin Rp70 ribu, sekarang jadi Rp40 ribu," ucap Rahmat kepada Disway.
Sementara itu, komoditas cabai rawit justru mengalami kenaikan harga setelah sebelumnya sempat turun. Menurut Syaiful, pedagang lainnya, harga cabai rawit kini kembali melonjak menjadi Rp 100.000 per kilogram setelah sempat turun menjadi Rp 50.000 beberapa hari lalu.
Bapanas Optimistis Harga Akan Stabil
Menanggapi naik-turunnya harga cabai, Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan optimisme bahwa harga komoditas ini akan segera membaik.
"Ini kami kira karena ada bencana, hujan, kalau cabai naik sedikit masih wajar," ujar Mentan Amran.
Amran menambahkan, mulai stabilnya harga cabai salah satunya karena upaya pemerintah dalam menjaga distribusi dari daerah-daerah sentra produksi, termasuk wilayah terdampak bencana alam.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah adalah mengangkut hasil panen cabai dari petani Aceh ke Jakarta menggunakan armada udara yang biasanya digunakan untuk logistik bantuan.
"Petani kita, termasuk cabai, tidak boleh rugi. Mereka harus kita bantu. Hasil jerih payah mereka harus terdistribusikan dengan baik ke daerah konsumen yang membutuhkan pasokan, seperti Jakarta. Ini telah kami lakukan," tegas Mentan Amran.
Bianca Khairunnisa/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media