Hukum dan Kriminal . 23/12/2025, 19:24 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan peran penting masyarakat dalam membongkar praktik rasuah di Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, lembaga antirasuah itu mencatat telah melaksanakan 11 operasi tangkap tangan (OTT) yang seluruhnya berawal dari laporan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dalam konferensi pers Kinerja Akhir Tahun KPK 2025 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (22/12/2025).
“Yang KPK lakukan tahun ini adalah mengungkap praktik korupsi yang sistematis di sektor-sektor yang menyentuh hajat hidup orang banyak, mulai dari layanan kesehatan, pekerjaan umum, hingga jual beli jabatan,” ujar Fitroh.
Tak hanya melakukan OTT, KPK juga mencatat capaian signifikan dalam penindakan. Sepanjang 2025, sebanyak 118 orang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dari berbagai perkara yang ditangani.
Penetapan ratusan tersangka tersebut merupakan bagian dari upaya KPK dalam memulihkan aset negara yang dirugikan akibat tindak pidana korupsi.
“Dari seluruh perkara yang ditangani, KPK berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp1,53 triliun sepanjang 2025,” kata Fitroh.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, sekaligus menunjukkan efektivitas penindakan dan penelusuran aset oleh KPK.
Salah satu sumber pemulihan aset negara berasal dari lelang barang rampasan hasil tindak pidana korupsi. KPK mencatat, sekitar 1.500 masyarakat ikut serta dalam lelang tersebut.
Menurut Fitroh, antusiasme publik menjadi bukti kuat bahwa masyarakat ingin turut mengambil kembali hak negara yang sebelumnya dirampas oleh koruptor.
“Capaian ini tentu menjadi bukti bahwa publik ingin mengambil kembali apa yang menjadi hak mereka,” ujarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media