“Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi seluruh kabupaten/kota agar proses transisi dari darurat menuju pemulihan dini dapat selesai pada akhir Desember ini,” ujarnya.
BNPB menargetkan warga terdampak sudah dapat menempati hunian sementara sebelum memasuki bulan Ramadan 2026. Dengan demikian, masyarakat bisa menjalani ibadah puasa dengan kondisi yang lebih layak dan aman.
“Harapannya, warga terdampak sudah bisa pindah ke hunian sementara jelang bulan Ramadan 2026,” kata Abdul.
Selain pembangunan hunian, proses pembersihan lahan terdampak juga disebut telah rampung. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Proses pembersihan lahan telah tuntas dan roda ekonomi masyarakat dapat mulai kembali bergulir,” tambahnya.
Distribusi Logistik Nasional Capai 1.297 Ton
Dalam mendukung pemulihan pascabencana, pemerintah juga terus menyalurkan bantuan logistik dalam jumlah besar. BNPB mencatat total dukungan logistik nasional mencapai 1.297 ton yang diberangkatkan dari Halim.
Dari jumlah tersebut:
-
1.252 ton telah berhasil didistribusikan
-
Sekitar 40 ton disiapkan sebagai stok penyangga
Distribusi logistik dilakukan dengan menyesuaikan kondisi geografis masing-masing wilayah terdampak.
Untuk wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat, distribusi bantuan melalui jalur darat kini sudah berjalan optimal. Hal ini membuat pengiriman bantuan lebih cepat dan efisien ke lokasi pengungsian.
Sementara itu, untuk wilayah Aceh, distribusi logistik masih dilakukan secara bertahap menggunakan helikopter dan pesawat kargo. Bantuan dijatuhkan langsung ke posko-posko kabupaten/kota dari pangkalan udara.