Internasional . 24/12/2025, 19:55 WIB

Terburuk di Asia! Rupee India Tertekan Perang Dagang AS dan Kaburnya Investor

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Pelemahan rupee memang berpotensi meningkatkan daya saing ekspor India di pasar global. Namun, di sisi lain, depresiasi mata uang juga berisiko mendorong inflasi impor, terutama untuk komoditas strategis.

Meski demikian, dengan laju inflasi domestik yang relatif terkendali, perekonomian India dinilai masih memiliki ruang untuk menyerap tekanan inflasi akibat pelemahan nilai tukar.

Tekanan terhadap rupee semakin terasa secara psikologis ketika mata uang ini sempat menembus level 90 per dolar AS pada awal bulan Desember 2025.

Sepanjang tahun ini, rupee memulai perdagangan di level 85,64 per dolar AS. Namun, hanya dalam waktu kurang dari 15 sesi perdagangan, mata uang India tersebut melemah tajam hingga melampaui level 91 per dolar AS.

Pergerakan cepat ini memperkuat persepsi pasar bahwa tekanan terhadap rupee masih jauh dari selesai.

Sentimen investor global terhadap India cenderung negatif hampir sepanjang 2025. Data dari lembaga penyimpanan sekuritas NSDL menunjukkan adanya arus modal asing keluar bersih lebih dari 10 miliar dolar AS di berbagai kelas aset sejak awal tahun.

Chief Investment Officer (CIO) dan Mitra Pengelola Senior ASK Private Wealth, Somnath Mukherjee, menilai bahwa pelemahan rupee tidak disebabkan oleh defisit transaksi berjalan.

“Defisit transaksi berjalan India masih relatif terkendali, sekitar 1 hingga 1,5 persen,” ujarnya.

Menurut Mukherjee, tekanan terhadap rupee akan terus berlanjut selama belum terjadi pembalikan arus keluar investor portofolio asing.

Arus keluar dana paling tajam tercatat di pasar saham. Investor portofolio asing menjadi penjual bersih sepanjang tahun ini, dengan total penarikan dana mendekati 18 miliar dolar AS hingga 19 Desember 2025.

Hanna Luchnikava-Schorsch menyebut depresiasi rupee sebagai “pedang bermata dua” bagi investor asing.

Di satu sisi, pelemahan nilai tukar dapat menjadi titik masuk yang menarik bagi investor global ke pasar saham India.

Namun di sisi lain, investor tetap mempertimbangkan risiko dari pelemahan rupee yang berkepanjangan serta ketidakpastian kebijakan perdagangan, termasuk dampaknya terhadap keuangan pemerintah dan prospek pertumbuhan ekonomi.

Bank Sentral India Tetap Waspada

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com