Internasional . 24/12/2025, 20:37 WIB

Ukraina Mundur dari Siversk! Pertempuran Natal Berdarah, Anak 4 Tahun Tewas Diserang Drone Rusia

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Konflik bersenjata antara Ukraina dan Rusia kembali memanas menjelang akhir tahun. Ukraina resmi menarik pasukannya dari Siversk, sebuah kota strategis di wilayah Donetsk, pada Selasa 24 Desemeber 2025.

Keputusan ini diambil setelah pertempuran sengit yang menewaskan sedikitnya tiga warga sipil, merusak infrastruktur vital, serta memutus aliran listrik di tengah suhu musim dingin yang ekstrem.

Penarikan pasukan ini menandai babak baru dalam eskalasi konflik di Ukraina timur. Rusia sendiri sebelumnya telah mengumumkan keberhasilan merebut Siversk hampir dua pekan lalu, meski Ukraina masih bertahan dan melakukan perlawanan sengit di wilayah tersebut.

Dikutip dari AFP, Rabu 24 Desemeber 2025, militer Ukraina menegaskan bahwa langkah mundur ini dilakukan semata-mata untuk melindungi keselamatan prajurit dan menjaga kemampuan tempur pasukan mereka.

“Keputusan ini diambil untuk menyelamatkan nyawa tentara dan mempertahankan efektivitas militer,” demikian pernyataan resmi tentara Ukraina.

Meski pasukan ditarik dari pusat kota, pertempuran dilaporkan masih terus berlangsung di pinggiran Siversk, menandakan bahwa kawasan tersebut belum sepenuhnya aman dan masih menjadi titik panas konflik.

Serangan Terjadi Usai Pembicaraan Damai AS

Yang membuat situasi ini semakin sensitif, penarikan pasukan Ukraina terjadi hanya dua hari setelah pembicaraan penyelesaian konflik yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) di Miami.

Perundingan tersebut disebut-sebut sebagai upaya serius terbaru untuk meredakan perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.

Namun, serangan Rusia justru meningkat setelah pertemuan tersebut, memunculkan tanda tanya besar terhadap komitmen Moskow dalam proses diplomatik.

Zelensky: Kremlin Tak Berniat Hentikan Invasi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan Rusia yang terjadi menjelang perayaan Natal. Menurutnya, aksi tersebut menunjukkan bahwa Kremlin tidak memiliki niat tulus untuk mengakhiri invasi.

“Serangan menjelang Natal, ketika orang-orang hanya ingin bersama keluarga mereka, di rumah, dan aman. Serangan ini dilakukan di tengah-tengah negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang,” ujar Zelensky.

Dalam salah satu serangan paling memilukan, seorang anak berusia empat tahun tewas di wilayah Zhytomyr, Ukraina tengah, setelah sebuah drone Rusia menghantam bangunan tempat tinggalnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com