Nasional

Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Sumut Diperpanjang hingga 31 Desember 2025, Korban Tewas Tembus 371 Jiwa

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi memperpanjang masa tanggap darurat penanganan bencana banjir dan longsor hingga 31 Desember 2025.

Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Sumut Diperpanjang hingga 31 Desember 2025, Korban Tewas Tembus 371 Jiwa
Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera kembali bertambah

Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae, menyampaikan bahwa:

  • 371 orang meninggal dunia

  • 70 orang masih dinyatakan hilang

  • 242 orang mengalami luka-luka

  • 13.262 warga mengungsi

Angka tersebut menjadikan bencana ini sebagai salah satu bencana alam terparah di Sumatera Utara dalam beberapa tahun terakhir.

Dari total 19 kabupaten/kota yang terdampak, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan dan korban jiwa tertinggi.

Di daerah ini tercatat:

Sementara itu, daerah lain juga mencatat korban jiwa dalam jumlah besar, antara lain:

  • Tapanuli Selatan: 88 orang meninggal

  • Kota Sibolga: 55 orang meninggal

  • Tapanuli Utara: 36 orang meninggal

Wilayah terdampak lainnya mencakup Medan, Binjai, Deli Serdang, Nias Selatan, dan sejumlah kabupaten/kota lain di Sumut.

Secara keseluruhan, bencana ini dilaporkan berdampak langsung terhadap sekitar 1,7 juta jiwa di seluruh Sumatera Utara.

Pencarian Korban Hilang Masih Berlanjut

Hingga kini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang.

Medan pencarian yang sulit, cuaca yang belum sepenuhnya stabil, serta kondisi tanah labil menjadi tantangan tersendiri di lapangan.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumut bersama pemerintah pusat juga terus menggenjot pemulihan infrastruktur vital agar aktivitas masyarakat bisa perlahan kembali normal, terutama menjelang akhir tahun.

Berita Terkait