Megapolitan . 26/12/2025, 15:26 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, meresmikan hasil renovasi program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) milik warga di Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, pada Jumat, 26 Desember 2025. Seremoni peresmian kediaman Sri Esty Handayani (67) yang berlokasi di RT 003 RW 008 ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara pemerintah dan empati masyarakat dalam mengentaskan masalah hunian tidak layak di Kota Bekasi.
Acara ini dihadiri oleh jajaran aparatur kecamatan, kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat. Program perbaikan rumah ini bertujuan untuk memberikan standar hunian yang sehat, aman, dan nyaman bagi warga yang membutuhkan, terutama bagi mereka yang menghadapi kendala ekonomi di wilayah Bekasi Timur.
Momen peresmian ini terasa sangat menyentuh karena adanya ikatan sejarah yang mendalam antara Wiwiek Hargono dengan sang penerima manfaat. Wiwiek mengungkapkan bahwa Sri Esty Handayani, yang akrab ia sapa "Tante Hesti", merupakan sosok yang sudah sangat lama ia kenal sejak masa kecilnya.
"Tante Hesti ini sebetulnya orang lama di hidup saya. Jadi beliau tahu saya sejak kecil hingga besar," kenang Wiwiek dalam sambutannya di Arenjaya.
Meskipun perjalanan hidup sempat memisahkan komunikasi mereka, takdir mempertemukan kembali keduanya setelah Wiwiek menjadi istri dari Walikota Bekasi, Tri Adhianto. Pertemuan ini sekaligus menjadi jalan bagi pemberian bantuan renovasi rumah yang selama ini sangat diharapkan oleh Sri Esty untuk memperbaiki kondisi tempat tinggalnya.
Peresmian program RUTILAHU di Kelurahan Arenjaya Kecamatan Bekasi Timur oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, Jumat, 26 Desember 2025. - Sigit Nugroho -
Dalam kesempatan tersebut, Wiwiek menegaskan bahwa meskipun ia memiliki kedekatan personal dengan penerima manfaat, seluruh proses bantuan tetap mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku secara ketat. Ia berkomitmen menjaga akuntabilitas dalam setiap penyaluran dana bantuan, baik yang bersumber dari lembaga maupun bantuan personal.
"Saya tetap menginginkan aturan dan prosedur yang ada dijalankan. Saya harus bertanggung jawab kepada pihak yang memberikan bantuan. Secara dokumentasi dan organisasi harus siap sebelum bantuan diberikan agar tidak menimbulkan fitnah," tegasnya secara formal.
Wiwiek memposisikan dirinya sebagai penyalur berkat serta pimpinan yang memberikan motivasi. Menurutnya, pemenuhan hunian layak adalah kewajiban negara, namun keterbatasan anggaran membuat empati dari berbagai pihak sangat diperlukan. Ia menekankan bahwa di luar sana masih banyak warga yang kesulitan tidur karena atap rumah yang tidak hanya bocor, namun bahkan tidak beratap.
Selain meresmikan renovasi fisik bangunan, Wiwiek juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan untuk mencegah banjir, terutama di wilayah pemukiman padat. Ia mengingatkan warga bahwa kerusakan lingkungan sering kali bermula dari ketidakpedulian masyarakat dalam memelihara kebersihan di sekitar rumah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media