Megapolitan . 29/12/2025, 12:56 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Program budidaya jagung untuk mendukung ketahanan pangan di Desa Bantar Panjang, Tigaraksa, saat ini memasuki tahap evaluasi teknis setelah pertumbuhan tanaman menunjukkan hasil yang kurang optimal. Hal itu diungkapkan Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Minggu (28/12/2025).
Program yang merupakan kerja sama Polda Banten, Polresta Tangerang, dan PT MSD Corpora Internasional menutupi areal total sekitar 50 hektare, dengan luas tanam aktif kurang lebih 20 hektare yang dibagi menjadi tiga blok. Meskipun telah melalui tahapan pembersihan lahan, pengolahan tanah, pemupukan, hingga pemeliharaan secara bertahap, pertumbuhan jagung pada fase awal belum memuaskan.
"Kondisi ini terutama dipengaruhi karakteristik lahan berupa tanah merah kekuningan yang minim unsur hara dan lapisan top soil, serta bercampur dengan batuan padas," jelas Indra.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini. Hal itu menyebabkan erosi tanah, hanyutnya unsur hara dan pupuk, sehingga pertumbuhan tanaman tidak seragam – sebagian tumbuh pendek dan tongkolnya masih kecil serta tidak merata.
Namun, Indra menekankan bahwa kondisi ini hanyalah tantangan teknis dan bukan tanda program akan berhenti atau gagal. "Program budidaya jagung ini tidak berhenti pada satu siklus tanam. Ini adalah proses jangka menengah hingga panjang," katanya.
Untuk perbaikan berkelanjutan, sejumlah langkah telah direncanakan, antara lain: penataan ulang lahan menjadi dua blok masing-masing 10 hektare, pembangunan sistem drainase dan guludan untuk mengurangi genangan dan erosi, penambahan kompos dan tanah urugan untuk membentuk lapisan top soil, pembuatan embung untuk pengelolaan air, serta pembangunan kandang ternak terintegrasi guna mendukung sistem pertanian terpadu.
"Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, dan mendukung produktivitas tanaman pada fase tanam berikutnya," pungkas Indra, yang menambahkan bahwa tantangan awal dijadikan dasar perencanaan teknis untuk hasil yang lebih optimal ke depan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media