Nasional . 01/01/2026, 17:16 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah tegas terkait keberadaan kebun kelapa sawit di wilayahnya.
Ia meminta Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat segera menyiapkan aturan resmi berupa surat edaran atau Peraturan Gubernur (Pergub) yang melarang budidaya kelapa sawit di seluruh wilayah Jawa Barat.
Langkah ini diambil menyusul temuan kebun sawit di kawasan perbukitan Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon.
Kawasan tersebut dinilai tidak sesuai dengan karakter geografis maupun peruntukan lahan di Jawa Barat, yang selama ini dikenal sebagai wilayah pegunungan dan daerah resapan air.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa larangan budidaya sawit di Jawa Barat harus segera diberlakukan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Ia mengaku telah memberikan instruksi langsung kepada Kepala Dinas Perkebunan untuk menyiapkan payung hukum larangan tersebut.
“Saya sudah meminta kepala dinas perkebunan untuk membuat surat edaran atau Pergub. Larangan budidaya sawit di Jawa Barat sejak sekarang,” ujar Dedi kepada awak media di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa 3 Desember 2025.
Menurut Dedi, kebijakan ini bukan tanpa alasan. Kelapa sawit membutuhkan lahan yang sangat luas dan cenderung berdampak besar terhadap keseimbangan lingkungan, terutama di wilayah dengan topografi perbukitan seperti Jawa Barat.
Gubernur yang dikenal vokal soal isu lingkungan itu menilai bahwa Jawa Barat tidak memiliki karakter lahan yang sesuai untuk budidaya sawit.
Ia menyoroti sejumlah daerah yang telah lebih dulu ditanami sawit dan kini menghadapi persoalan serius, terutama terkait ketersediaan air bersih.
“Karena dulu sudah ada. Iya. Di Sukabumi ada, Subang ada. Di Subang itu keluhan masyarakat kekurangan air,” ungkapnya.
Menurut Dedi, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa budidaya sawit membawa dampak jangka panjang yang merugikan masyarakat sekitar, khususnya di wilayah yang seharusnya berfungsi sebagai daerah tangkapan air.
Dedi juga mengungkapkan bahwa enam bulan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerima laporan terkait rencana penanaman kelapa sawit di lereng Gunung Ciremai. Menyadari risiko lingkungan yang ditimbulkan, ia langsung meminta kepala daerah setempat untuk tidak menerbitkan izin.
“Waktu itu langsung saya minta agar izinnya tidak dikeluarkan,” ujar mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media