Nasional . 02/01/2026, 15:04 WIB

Menteri PU Tinjau Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, Target Rampung Awal 2026

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Gampong Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam kesempatan tersebut, Dody menegaskan komitmen Kementerian PU untuk mendukung penuh upaya penanganan bencana yang berada di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kami berkomitmen untuk mensuport penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat," kata Menteri Dody.

Ia menambahkan, fasilitas huntara tidak hanya berupa tempat tinggal, tetapi juga akan dilengkapi sarana pendukung seperti air bersih dan sistem sanitasi yang memadai.

Pembangunan huntara di Aceh Tamiang dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU dengan melibatkan BUMN Karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Dody menyampaikan bahwa progres pekerjaan berjalan cepat, mulai dari pengerjaan pondasi hingga pemasangan atap modular.

Apresiasi juga disampaikan oleh Deputi Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, yang menilai kualitas bangunan huntara sangat baik dan proses pembangunannya tergolong cepat.

"Saya lihat bahannya premium dan sangat layak bagi masyarakat. Pekerjaannya juga sangat cepat, baru tiga atau empat hari sudah berdiri seperti ini," ujar Budi.

Menurut Budi, keberadaan huntara ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk meninggalkan tenda pengungsian karena kondisi hunian yang jauh lebih layak dan manusiawi.

Huntara di Aceh Tamiang dirancang untuk menampung sekitar 80 kepala keluarga (KK) dalam jangka waktu sementara. Kawasan ini terdiri atas tujuh blok bangunan hunian modular serta satu blok tambahan dengan kapasitas 12 KK.

Setiap blok mampu menampung hingga 48 orang atau setara 12 KK, sehingga total kapasitas keseluruhan lokasi mencapai sekitar 336 jiwa. Seluruh area huntara juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti toilet komunal, jaringan listrik dan pencahayaan, serta sistem air bersih dan sanitasi guna menunjang aktivitas harian warga.

Dari sisi teknis, huntara dibangun menggunakan konsep bangunan modular dengan rangka baja ringan. Sistem ini dirancang agar konstruksi lebih kuat, proses pengerjaan lebih cepat, dan tetap memberikan kenyamanan bagi penghuni.

Tahapan pembangunan meliputi pekerjaan pondasi, pemasangan rangka modular, dinding, atap baja ringan, hingga instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Dengan metode tersebut, pembangunan huntara di Gampong Bundar ditargetkan rampung pada awal Januari 2026.

Menutup kunjungannya, Menteri Dody berharap keberadaan huntara ini dapat membantu memulihkan rasa aman dan nyaman masyarakat terdampak bencana.

"Sekaligus menjadi langkah awal menuju pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang," tukasnya.

Candra Pratama/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com