Politik . 03/01/2026, 19:50 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Timur pada tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan layanan di empat sektor Utama. Keempat sektor Utama itu yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial.
"Kami akan terus memperkuat pelayanan dasar supaya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini akan jadi pondasi pembangunan yang menjadi prasyarat bagi kemajuan di tahun-tahun berikutnya," kata Khofifah dilansir dari Antara, Sabtu, 3 Januari 2026.
Ia menjelaskan, keempat sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong kemajuan Jawa Timur secara berkelanjutan. Pada sektor pendidikan, Pemprov Jatim akan menitikberatkan pemerataan sekaligus peningkatan akses layanan melalui program Jatim Cerdas. Program ini disertai dengan penyediaan beasiswa pendidikan tinggi, penguatan sistem pembelajaran di sekolah terbuka dan pesantren, serta peningkatan kesejahteraan guru.
Selain itu, pengembangan kurikulum pendidikan menengah kejuruan atau vokasi juga menjadi perhatian, termasuk penguatan konsep sekolah berasrama atau boarding school guna mencetak sumber daya manusia yang lebih kompeten.
Untuk sektor kesehatan, Khofifah menyebut Pemprov Jatim akan mengoptimalkan program Jatim Sehat. Program ini mencakup perluasan dan pemerataan akses layanan kesehatan, penyelenggaraan layanan yang berkualitas dan berkeadilan, serta peningkatan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Sementara di bidang infrastruktur, arah kebijakan akan difokuskan melalui program Jatim Akses dan Jatim Lestari. Fokusnya meliputi percepatan pembangunan jalur lintas pantai selatan, penguatan koordinasi antarwilayah dalam pengelolaan kawasan perkotaan, hingga peningkatan sarana dan prasarana menuju pelabuhan.
Adapun pada sektor sosial, Pemprov Jatim mengedepankan program Jatim Sejahtera sebagai dasar penguatan layanan. Program ini diarahkan pada perlindungan sosial yang adaptif, terintegrasi, dan inklusif, peningkatan akses infrastruktur pelayanan dasar, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis masyarakat.
Arah kebijakan pembangunan 2026 tersebut telah dipaparkan Khofifah saat memimpin Rapat Pleno Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digelar secara daring pada Jumat (2/1). Menurutnya, rapat pleno itu tidak hanya membahas sinkronisasi strategi pelaksanaan kebijakan tahun 2026, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap program-program yang telah berjalan sepanjang 2025.
Khofifah berharap berbagai persiapan dan perencanaan yang dilakukan dapat membuat pelaksanaan program tahun 2026 berjalan lebih optimal dibandingkan tahun sebelumnya.
"Semua prediksi dan mitigasinya disiapkan. Kami sesungguhnya memiliki kemampuan untuk melakukan realisasi lebih signifikan supaya hasilnya lebih berdampak," ujarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media