Nasional . 03/01/2026, 19:50 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Siap-siap! Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan pulang dari liburan akhir tahun, kondisi aspal di Sumatra sedang tidak biasa. Memasuki fase puncak arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), volume kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terpantau mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Jangan sampai Anda terjebak kemacetan panjang karena salah strategi waktu keberangkatan!
PT Hutama Karya (Persero) mencatat ledakan trafik yang luar biasa pada periode 2 Januari 2026. Secara kumulatif, total kendaraan yang melintasi berbagai ruas tol di Sumatra mencapai angka fantastis, yakni 136.612 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 45,03% dibandingkan hari-hari normal. Fenomena ini membuktikan bahwa antusiasme masyarakat untuk kembali ke kota asal sangat tinggi, sehingga menuntut kewaspadaan ekstra bagi siapa pun yang sedang berada di jalan.
Data terbaru dari pengelola jalan tol menunjukkan tren kenaikan yang bervariasi di setiap wilayah. Namun, ada satu titik yang paling mencuri perhatian. Ruas Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum – Baitussalam) mencatatkan kenaikan trafik paling ekstrem, yaitu mencapai 105,48% dengan total 6.604 kendaraan. Ini artinya, jumlah kendaraan yang melintas melonjak lebih dari dua kali lipat dari biasanya!
Tidak hanya di ujung utara Sumatra, wilayah Sumatera Utara juga mengalami kepadatan yang luar biasa. Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, khususnya segmen Kuala Tanjung – Sinaksak yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (HMW), mencatatkan arus sebanyak 32.941 kendaraan. Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar 84,06% dari trafik normal. Jika Anda melewati jalur ini, pastikan saldo e-toll Anda mencukupi agar tidak menghambat antrean di gerbang tol.
Bagi Anda yang akan melintasi jalur penghubung antarprovinsi, berikut adalah rincian data kenaikan trafik di beberapa ruas utama JTTS per 2 Januari 2026:
Sementara itu, koridor Palembang – Indralaya – Prabumulih dan Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka) menunjukkan kenaikan stabil di kisaran 19%. Menariknya, Tol Padang – Sicincin justru mengalami penurunan trafik sebesar 34,07% karena adanya kendala konektivitas dari arah Padang menuju Bukittinggi. Hal ini penting menjadi catatan bagi warga Sumatera Barat yang ingin melakukan perjalanan balik.
Guna memecah kepadatan di jalur utama, Hutama Karya juga mengoperasikan beberapa ruas tol secara fungsional. Langkah ini terbukti sangat membantu kelancaran arus kendaraan. Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum – Padang Tiji) yang beroperasi 24 jam telah menampung 2.814 kendaraan. Kabar baiknya, masa operasional fungsional ruas ini diperpanjang hingga 8 Januari 2026 mendatang.
Selain itu, Tol Palembang – Betung (segmen Kramasan – Pangkalan Balai) juga menjadi jalur alternatif krusial. Sejak dibuka secara fungsional pada 20 Desember lalu, tercatat sebanyak 3.079 kendaraan telah memanfaatkan jalur ini untuk mempercepat waktu tempuh mereka menuju Jambi atau sebaliknya.
Kepadatan lalu lintas yang meningkat hampir 50% tentu meningkatkan risiko kelelahan bagi pengemudi. Hutama Karya sangat menekankan agar pengguna jalan tidak memaksakan diri. Jika Anda merasa mengantuk atau lelah, segera masuk ke rest area terdekat untuk beristirahat sejenak. Pastikan kondisi fisik Anda dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melaju di aspal panas Trans Sumatera.
Selalu patuhi rambu-rambu lalu lintas, jaga jarak aman antar kendaraan, dan jangan melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Manajemen waktu yang baik menjadi kunci agar Anda tidak terjebak dalam kepadatan yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Mari kita sukseskan arus balik Nataru 2025/2026 dengan berkendara secara cerdas dan aman. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media