Nasional . 04/01/2026, 19:45 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
fin.co.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melaporkan angka penjualan tiket untuk periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang impresif. Total tiket yang berhasil terjual mencapai 4.135.783, sebuah angka yang melampaui pencapaian pada periode Nataru sebelumnya.
Jutaan tiket tersebut terdistribusi untuk perjalanan yang berlangsung sejak tanggal 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Data ini tercatat per Minggu, 4 Januari 2026, pukul 08.00 WIB.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menguraikan bahwa capaian ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 10,86 persen dibandingkan dengan periode Nataru 2024/2025 yang mencatatkan 3.730.584 tiket. Angka ini pun masih berpotensi bertambah mengingat penjualan tiket masih terus dibuka hingga akhir hari pada tanggal 4 Januari 2026.
Menurut Anne, peningkatan penjualan ini didorong oleh tingginya mobilitas antarwilayah. Masyarakat menunjukkan pola perjalanan yang lebih fleksibel dalam merencanakan liburan akhir tahun mereka.
Data operasional memperlihatkan adanya aktivitas naik dan turun penumpang yang tinggi di berbagai stasiun. Hal ini mengindikasikan peningkatan pemanfaatan layanan kereta api di sepanjang rute perjalanan.
“Selama masa Natal dan tahun baru, kereta api memang berperan vital sebagai penghubung mobilitas antarwilayah,” ujar Anne. Ia menambahkan bahwa pergerakan penumpang terpantau tersebar merata, baik untuk layanan kereta api jarak jauh maupun lokal.
Untuk kereta api jarak jauh, tercatat sebanyak 3.363.058 tiket telah terjual. Angka ini merepresentasikan 121,8 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, yaitu 2.761.048. Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 772.725 tiket, atau 103,7 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk.
Secara agregat, KAI telah menyediakan 3.506.104 tempat duduk untuk seluruh layanan pada masa angkutan Nataru 2025/2026. Tingkat keterisian keseluruhan mencapai 118,0 persen.
Analisis data harian menunjukkan konsistensi volume pelanggan sepanjang periode liburan. Puncak pergerakan penumpang dilaporkan terjadi pada tanggal 28 Desember 2025, dengan total 269.719 penumpang. Volume harian ini secara konsisten terjaga di atas angka 200 ribu penumpang hingga awal Januari 2026.
“Pola pergerakan ini jelas mencerminkan adanya permintaan perjalanan yang berkelanjutan dari masyarakat,” jelas Anne.
Ia juga menyoroti pemerataan arus perjalanan. Distribusi stasiun keberangkatan dan tujuan favorit menunjukkan bahwa pergerakan penumpang tidak hanya terpusat pada beberapa titik, melainkan tersebar di berbagai wilayah, yang memperkuat peran stasiun sebagai simpul mobilitas regional.
“Kondisi ini menjadi acuan penting bagi KAI dalam melakukan evaluasi operasional,” kata Anne. Evaluasi meliputi pengelolaan kapasitas, pengaturan jadwal, serta penguatan layanan agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan di setiap rute.
Program diskon tarif 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial, yang berlaku dari 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, turut berkontribusi positif. Program ini berhasil menjual 1.490.523 tiket dari total 1.509.080 tempat duduk yang disediakan, atau mencapai 99 persen keterisian. Hal ini membuktikan upaya KAI dalam memperluas aksesibilitas layanan kereta api bagi masyarakat.
Anne Purba menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat atas kepercayaan yang telah diberikan kepada KAI selama periode angkutan Nataru 2025/2026. Ia menegaskan bahwa setiap masukan dan kritik akan menjadi bagian integral dari proses evaluasi demi menjaga konsistensi layanan dan meningkatkan kualitas perjalanan di masa mendatang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media