Internasional . 04/01/2026, 16:56 WIB

Pernyataan Trump Soal Penangkapan Maduro hingga Pertemuan Darurat di Venezuela

Penulis : Khanif Lutfi  |  Editor : Khanif Lutfi

Intinya:

  • Pengakuan Opsi Ekstrem Trump: Donald Trump mengonfirmasi kepada media bahwa opsi untuk membunuh Nicolas Maduro sempat masuk dalam pertimbangan operasional, seraya menegaskan bahwa upaya Maduro untuk bersembunyi saat penangkapan berakhir dengan kegagalan.
  • Detail Operasi Absolute Resolve: Jenderal Dan Caine mengungkapkan bahwa operasi rahasia ini melibatkan unit elite Delta Force dan telah dilatih selama berbulan-bulan; operasi dilakukan pada dini hari 2 Januari dengan presisi tinggi tanpa menimbulkan korban di pihak militer AS.
  • Respons Darurat Venezuela: Wakil Presiden Delcy Rodriguez bersama petinggi militer Venezuela langsung mengadakan pertemuan Dewan Pertahanan Negara dan menyatakan kesiapan untuk melawan serangan AS yang mereka anggap sebagai upaya kudeta ilegal untuk merebut sumber daya alam negara.

Ketegangan global mencapai titik didih setelah Presiden Donald Trump mengakui adanya opsi ekstrem untuk melumpuhkan Nicolas Maduro dalam "Operasi Absolute Resolve". Di tengah klaim keberhasilan unit elite Delta Force membekuk sang presiden di Caracas, pihak Venezuela langsung menggelar pertemuan darurat dan menuduh Washington tengah melancarkan kudeta berdarah demi merampas kekayaan alam mereka.

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pihaknya pernah mempertimbangkan opsi ekstrem untuk melumpuhkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat sebuah operasi penangkapan berlangsung. Pernyataan ini seketika menarik perhatian internasional dan semakin memperuncing ketegangan terkait kebijakan AS di negara Amerika Latin tersebut.

“Itu bisa saja terjadi,” ujar Trump kepada awak media pada Sabtu, ketika ditanya mengenai apakah opsi membunuh masuk dalam pertimbangan operasional. Ia menambahkan, Maduro sempat berupaya mencari perlindungan saat operasi berlangsung namun upayanya tersebut mengalami kegagalan.

Dalam kesempatan terpisah, pihak AS melalui Jenderal Dan Caine menyatakan bahwa Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang menurut Departemen Kehakiman AS telah berstatus terdakwa, akhirnya menyerah. Penyerahan diri ini terjadi dengan dukungan penuh dari militer AS.

Menurut Caine, operasi tersebut berhasil dilaksanakan dengan tingkat profesionalisme dan ketepatan yang tinggi, tanpa menimbulkan korban di pihak pasukan Amerika Serikat. Kesiapan pasukan AS untuk menjalankan misi serupa di masa mendatang pun tidak dikesampingkan.

Menyoal keterlibatan tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, Trump secara tegas membantah adanya komunikasi dengannya selama operasi penangkapan Maduro. Ia menilai Machado akan menghadapi tantangan berat untuk memimpin Venezuela.

“Dia tidak mendapatkan dukungan atau rasa hormat di negerinya. Dia perempuan yang sangat baik, tetapi dia tidak mendapatkan rasa hormat,” kata Trump, menilai peluang Machado sebagai pemimpin negara.

AS mengklaim telah melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela pada Sabtu, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kemudian dibawa keluar dari negara tersebut.

Laporan dari berbagai media menyebutkan adanya ledakan di Caracas, dan mengindikasikan bahwa operasi ini melibatkan anggota unit elite Delta Force AS. Operasi yang dinamai "Operasi Absolute Resolve" ini dilaporkan telah direncanakan dan dilatih selama berbulan-bulan.

Jenderal Dan Caine menjelaskan, operasi ini dirancang untuk bersifat rahasia dan tepat sasaran, dilaksanakan pada dini hari 2 Januari. Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan buah dari perencanaan matang dan latihan intensif, serta hanya dapat dijalankan oleh militer AS.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com