Internasional . 04/01/2026, 11:41 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
fin.co.id - Venezuela melontarkan tudingan keras terhadap Amerika Serikat, menyebut langkah Presiden Donald Trump yang mengklaim pasukannya telah melancarkan operasi besar dan menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro sebagai upaya mengguncang stabilitas kawasan. Klaim tersebut sontak memicu gelombang kecaman internasional dan permintaan klarifikasi mendesak dari para pejabat.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Ivan Gil, dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Rusia, RIA Novosti, menegaskan bahwa perdamaian di Amerika Latin telah "terganggu" oleh aksi Washington. Ia menilai klaim serangan tersebut sebagai ancaman serius yang mengintai stabilitas regional.
Sebelumnya, pada hari Sabtu, Presiden Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan ke Venezuela. Ia juga mengklaim bahwa Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, telah berhasil ditangkap dan dibawa ke luar negeri.
Laporan dari sejumlah media menyebutkan adanya suara ledakan di Caracas dan mengindikasikan bahwa operasi tersebut dilakukan oleh unit elite Delta Force. Namun, hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon maupun otoritas independen mengenai detail operasional yang sebenarnya.
Pemerintah Venezuela sendiri menyatakan bahwa mereka tidak memiliki informasi mengenai keberadaan Presiden Maduro. Pihak berwenang Venezuela juga secara tegas menuntut bukti konkret yang menunjukkan bahwa presiden mereka masih hidup.
Pernyataan yang saling bertentangan ini kian menambah ketidakpastian, baik terhadap klaim yang dilontarkan Washington maupun laporan media terkait peristiwa yang terjadi di ibu kota Venezuela tersebut.
Presiden Trump kemudian sempat mengunggah sebuah foto yang diklaim memperlihatkan Nicolas Maduro berada di atas kapal Amerika Serikat. Namun, keaslian dan konteks dari gambar tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.
Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat, lintas partai, secara terbuka menyatakan bahwa operasi tersebut ilegal dan dinilai melanggar hukum internasional. Sementara itu, pemerintahan Trump bersikeras bahwa Maduro akan dihadapkan ke meja hijau.
Kementerian Luar Negeri Venezuela telah mengumumkan niatnya untuk mengajukan pengaduan resmi kepada organisasi internasional. Mereka juga mendesak diadakannya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB guna membahas secara mendalam tindakan yang diambil oleh Washington.
Caracas menilai klaim penangkapan pemimpinnya sebagai bentuk agresi terang-terangan dan pelanggaran kedaulatan negara. Venezuela mendesak komunitas internasional untuk memberikan tekanan kepada Amerika Serikat agar segera memberikan klarifikasi dan menghentikan eskalasi situasi.
Rusia pun menyatakan solidaritasnya terhadap rakyat Venezuela dan menyampaikan kekhawatiran mendalam atas laporan mengenai pemindahan paksa Presiden Maduro dan istrinya sebagai bagian dari dugaan agresi Amerika Serikat.
Moskow menyerukan pembebasan segera Nicolas Maduro dan Cilia Flores, serta pencegahan eskalasi lebih lanjut. Rusia menekankan pentingnya penyelesaian damai yang sejalan dengan Piagam PBB dan hukum internasional.
Para analis memperingatkan bahwa klaim yang saling bertentangan ini berisiko memperuncing ketegangan yang sudah ada di kawasan. Sejumlah negara di Amerika Latin dilaporkan memantau perkembangan situasi dengan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media