Internasional . 05/01/2026, 12:08 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
fin.co.id - Korea Utara dilaporkan berhasil menguji coba rudal hipersonik pada Minggu (4/1), yang disebut mampu menghantam target sejauh 1.000 kilometer di lepas pantai timurnya. Kabar ini dibagikan oleh media resmi negara tersebut.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Senin, pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un, secara langsung memimpin pelaksanaan uji peluncuran rudal dari Pyongyang menuju arah timur laut.
"Merupakan tugas strategis yang sangat penting untuk mempertahankan dan memperluas daya tangkal nuklir yang kuat dan andal," ujar Kim, seperti dikutip oleh KCNA.
Ia menambahkan bahwa uji coba tersebut menunjukkan kesiapan kekuatan nuklir Korut yang "tanpa penyesalan dan memberikan kepercayaan diri."
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang menginformasikan bahwa sedikitnya dua rudal balistik diluncurkan dari pantai barat Korut pada Minggu pagi, sekitar pukul 07.54 dan 08.05 waktu setempat.
Kedua rudal itu dilaporkan mencapai ketinggian maksimum sekitar 50 kilometer, dengan jarak tempuh masing-masing 900 km dan 950 km, menurut kementerian tersebut.
Rudal-rudal ini diperkirakan mendarat di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.
Dalam kesempatan terpisah, Kim juga menyerukan agar Korut "terus meningkatkan sarana militer, terutama sistem persenjataan ofensif."
Ia menekankan bahwa upaya untuk membuat "para pesaing terus-menerus dan berulang kali menyadari kesiapsiagaan sarana ofensif" Korut merupakan "cara penting dan efektif untuk menerapkan daya tangkal perang."
Menurut KCNA, Kim menyatakan bahwa aktivitas tersebut dirancang untuk menjadikan "daya tangkal perang nuklir" Korut sangat maju.
Secara tersirat, ia menggunakan peristiwa penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat sebagai argumen penguat perlunya Korut memiliki senjata nuklir dan militer yang kuat.
"Mengapa hal itu [senjata nuklir] diperlukan, dicontohkan oleh krisis geopolitik baru-baru ini dan peristiwa internasional yang rumit," kata Kim.
Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Korut melontarkan kecaman keras terhadap serangan AS terhadap Venezuela, menyebutnya sebagai "bentuk pelanggaran kedaulatan yang paling serius" serta "pelanggaran sewenang-wenang" terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.
Kementerian tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa serangan tersebut menggarisbawahi "sifat liar dan brutal" Amerika Serikat.
Sejumlah media di Korea Selatan menafsirkan peluncuran rudal ini sebagai peringatan kepada Presiden Lee Jae Myung agar tidak membahas isu program nuklir Korut dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping pada Senin.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media