Nasional . 05/01/2026, 15:08 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
Cuaca Ekstrem di Serang, Banten
Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi dan disertai angin kencang juga terjadi pada Jumat (2/1). Wilayah terdampak signifikan adalah kota dan kabupaten Serang, Banten.
Di Kota Serang, banjir menggenangi enam kelurahan di Kecamatan Kasemen dan Serang. Kaji cepat BPBD Kota Serang mendata sebanyak 1.671 KK atau 4.531 jiwa terdampak.
Kerugian materil akibat peristiwa ini adalah 1.266 unit rumah terendam, satu unit rumah rusak ringan, satu unit rumah terdampak, dua unit rumah terdampak, dan satu tempat pemakaman umum terdampak.
BPBD Kota Serang membuka dapur umum bersama Dinas Sosial Provinsi Banten dan Kota Serang. Pada Minggu (4/1), banjir yang semula dengan ketinggian genangan antara 20-100 sentimeter ini berangsur surut.
Selain banjir, wilayah Kota Serang juga dilanda peristiwa angin kencang yang menyebabkan beberapa pohon tumbang.
Tidak hanya di wilayah kota, wilayah Kabupaten Serang turut dilanda banjir pada waktu yang sama. Lokasi terdampak meliputi 13 desa di delapan kecamatan yaitu Kecamatan Kibin, Kramatwatu, Padarincang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, Pontang dan Kecamatan Pamarayan.
Sebanyak 11.700 jiwa terdampak peristiwa ini. Kerugian material antara lain 3.145 unit rumah warga, empat unit fasilitas pendidikan, dua unot fasilitas pendidikan, dan satu akses jalan. Seluas 108 hektar lahan persawahan tergenang banjir di Kecamatan dengan hari setelah tanam (HST) 0-60.
BPBD Kabupaten Serang menerjunkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi guna melakukan asesmen dan pendistribusian logistik bagi warga terdampak.
Waspada Lewotobi Laki-laki
Laporan kejadian bencana signifikan lainnya adalah erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sejak Rabu, 24 Desember 2025, Gunung Lewotobi Laki-laki ditetapkan kenaikan status tingkat aktivitasnya dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas).
Melansir laporan khusus perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki per Minggu (4/1), data kegempaan dari tanggal 3-4 Januari 2026 hingga pukul 12.00 WITA, yaitu 39 kali tremor non harmonik, 1 kali tremor harmonik, 5 kali gempa _low frequency_, 65 kali gempa vulkanik
dalam, 2 kali gempa tektonik lokal, dan 9 kali gempa tektonik jauh. Kondisi ini dapat mengarah kemungkinan terjadinya pelepasan energi dalam bentuk erupsi apabila tekanan terus meningkat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media