Internasional . 05/01/2026, 10:30 WIB

Trump Ancam Penjabat Presiden Sementara Venezuela: Hati-Hati Konsekuensinya Bisa Lebih Berat dari Maduro

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

Intinya: 

  • Trump memperingatkan Delcy Rodriguez akan konsekuensi besar jika tidak mengikuti tuntutan AS.
  • Maduro dan istrinya ditangkap pasukan AS, sementara Rodriguez ditunjuk sebagai presiden sementara.
  • Rodriguez menolak intervensi AS dan menegaskan Venezuela bukan wilayah koloni.

Pada Sabtu 3 Januari 2026, Trump mengumumkan operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Wakil Presiden Delcy Rodriguez lalu ditunjuk jadi penjabat Presiden Venezuela. Trump beri peringatan keras jika Delcy Rodriguez tidak ikuti kemauan AS. 

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez. Trump menegaskan akan ada konsekuensi besar apabila Rodriguez tidak mengambil langkah yang dianggap benar oleh Washington.

“Jika (Ibu Delcy Rodriguez) tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih besar daripada Maduro,” kata Trump kepada majalah The Atlantic dalam wawancara via telepon, Minggu 4 Januari 2026. Pernyataan itu merujuk pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS sehari sebelumnya.

Pada Sabtu 3 Januari 2026, Trump mengumumkan operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Ia juga menyatakan AS akan menegaskan kendali sementara atas Venezuela, termasuk dengan kemungkinan pengerahan pasukan.

Pasca-penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela menginstruksikan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez untuk segera menjabat sebagai presiden sementara. 

Trump kemudian menuding Maduro terlibat dalam pengawasan pengiriman narkoba ke AS serta mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Maduro, yang kini ditahan di fasilitas penahanan di New York terkait dakwaan narkotika, membantah seluruh tuduhan tersebut. Sejumlah pejabat di Caracas juga menyerukan pembebasannya.

Dalam laporan yang sama, Trump menegaskan tidak akan mentoleransi penolakan keras Rodriguez terhadap intervensi militer AS yang berujung pada penangkapan Maduro. Sikap ini berbeda dengan pernyataannya sehari sebelumnya.

Beberapa jam setelah pasukan AS menyerang Caracas, Trump justru menyampaikan pujian terhadap Rodriguez. Dalam konferensi pers usai operasi, ia menyebut Rodriguez menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan AS dalam mengelola Venezuela untuk sementara waktu.

“Pada dasarnya dia bersedia melakukan apa yang kami anggap perlu untuk membuat Venezuela kembali hebat,” ujar Trump kepada wartawan.

Namun, Rodriguez segera membantah pernyataan tersebut. Ia menegaskan Venezuela siap mempertahankan sumber daya alamnya dan menyatakan tim pertahanan negara tetap berkomitmen pada kebijakan Maduro, yang kembalinya ia tuntut.

“Kami tidak akan pernah lagi menjadi daerah koloni (wilayah yang diduduki),” kata Rodriguez.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com