Internasional . 05/01/2026, 10:30 WIB

Trump Ancam Penjabat Presiden Sementara Venezuela: Hati-Hati Konsekuensinya Bisa Lebih Berat dari Maduro

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

Trump juga mengisyaratkan kemungkinan gelombang lanjutan aksi militer jika dinilai perlu.

“Pembangunan kembali di sana dan perubahan rezim, apa pun istilahnya, itu lebih baik daripada kondisi yang ada sekarang. Tidak mungkin lebih buruk lagi,” kata Trump, seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Ia turut menyinggung sikap lamanya terkait perubahan rezim, dengan merujuk pada invasi Irak di era Presiden George W. Bush.

“Saya tidak melakukan (intervensi di) Irak. Itu Bush. Anda harus bertanya kepada Bush, karena kita seharusnya tidak pernah masuk ke Irak. Itulah awal bencana Timur Tengah,” ujarnya, menurut The Atlantic.

Trump juga menyatakan AS perlu menegaskan kendali atas Belahan Barat, mengacu pada penafsiran modern Doktrin Monroe yang ia sebut sebagai Doktrin Donroe. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan terhadap Venezuela tidak semata didasarkan pada lokasi geografis.

“Ini bukan soal belahan bumi. Ini soal negaranya, masing-masing negara,” kata Trump.

Majalah tersebut melaporkan Trump menegaskan bahwa Venezuela mungkin bukan negara terakhir yang menjadi sasaran intervensi AS.

“Kami memang membutuhkan Greenland, itu mutlak,” kata Trump, sembari menyebut wilayah semi-otonom Denmark itu sebagai kawasan yang “dikepung kapal Rusia dan China.”

Keinginan Trump untuk mengakuisisi Greenland selama ini telah ditolak oleh para pemimpin dan masyarakat wilayah tersebut, sebagaimana tercermin dalam sejumlah jajak pendapat. *

Sumber: Anadolu

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com