Internasional . 07/01/2026, 17:27 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terdengar para demonstran meneriakkan slogan-slogan bernada keras, seperti:
“Pahlavi akan kembali”
“Sayyed Ali akan terguling”
Slogan tersebut merujuk pada dinasti Pahlavi, monarki Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979. Sementara sebutan “Sayyed Ali” mengarah pada Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Ayatollah Ali Khamenei.
Seruan tersebut menandakan bahwa tuntutan demonstran tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mulai menyentuh isu politik dan legitimasi kekuasaan.
Anjloknya nilai rial, inflasi tinggi, serta keterbatasan lapangan kerja menjadi kombinasi mematikan yang memicu kemarahan publik. Banyak warga Iran mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, mulai dari makanan, bahan bakar, hingga biaya pendidikan dan kesehatan.
Kondisi ini membuat demonstrasi bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan akumulasi kekecewaan panjang terhadap situasi ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Hingga kini, situasi di Teheran dilaporkan masih tegang. Pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah korban dari pihak demonstran maupun tudingan pelanggaran HAM yang disampaikan oleh LSM internasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media