Tak Perlu Sekolah Online, Kemenkes Pastikan ‘Super Flu’ Berbeda dengan COVID-19
Indonesia tidak akan terburu-buru mengambil langkah ekstrem seperti memberlakukan kembali sekolah daring, meskipun Inggris tengah menghadapi lonjakan kasus influenza H3N2 yang akrab disapa "Super Flu".
Evaluasi status risiko akan terus dilakukan secara berkala.
"Nanti kita pantau apakah secara epidemiologis situasi ini masih ringan, sedang, atau sudah tinggi," jelasnya.
Protokol Kesehatan Tetap Penting, Kewaspadaan Jangan Luntur
Kementerian Kesehatan menekankan bahwa meskipun terus mengikuti perkembangan laporan dari lembaga kesehatan internasional terkemuka seperti WHO dan CDC, kebijakan yang diambil di Indonesia tetap berlandaskan pada data domestik.
Ini penting agar kebijakan yang diterapkan benar-benar efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Baca Juga
Data terbaru mengenai indikator *Influenza Like Illness* (ILI) dan *Severe Acute Respiratory Infection* (SARI) menunjukkan bahwa tingkat serangan virus influenza di Indonesia masih berada dalam kategori ringan hingga sedang.
Kondisi ini memberikan keyakinan bahwa pembelajaran tatap muka dapat terus dilaksanakan dengan aman.
Dengan adanya penegasan dari Kemenkes ini, diharapkan masyarakat dapat tetap tenang dan tidak panik berlebihan.
Kemenkes mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yang telah terbukti efektif.
Menjaga kebersihan diri, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak aman tetap menjadi benteng pertahanan utama.
Baca Juga
Selain itu, penting untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau kebijakan dari negara lain yang belum tentu relevan dengan kondisi faktual di Indonesia.
Fokus pada data dan anjuran dari Kemenkes adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan bersama.
Hasyim Ashari/Disway