Internasional . 07/01/2026, 10:30 WIB

Trump Umumkan Venezuela Serahkan 30–50 Juta Barel Minyak ke AS

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa otoritas sementara Venezuela telah mencapai kesepakatan untuk menyerahkan puluhan juta barel minyak kepada Amerika Serikat.

Trump menyebutkan, volume minyak yang akan diserahkan berada di kisaran 30 hingga 50 juta barel dan merupakan minyak berkualitas tinggi yang selama ini berada di bawah sanksi.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Otoritas Sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang berada di bawah sanksi kepada Amerika Serikat,” tulis Trump melalui platform Truth Social, Selasa 6 Januari 2026.

Ia menjelaskan, hasil dari transaksi tersebut akan dikelola langsung di bawah kewenangannya sebagai Presiden Amerika Serikat, dengan tujuan memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat kedua negara.

“Minyak ini akan dijual sesuai harga pasar, dan uang itu akan berada di bawah kendali saya sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan penggunaannya benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” tambahnya.

Trump juga menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan Menteri Energi AS, Chris Wright, untuk segera menindaklanjuti dan menjalankan rencana tersebut.

Ia menuturkan, minyak tersebut nantinya akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan dikirim langsung menuju dermaga-dermaga bongkar muat di Amerika Serikat.

“Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” ujar Presiden AS tersebut.

Sebelumnya, pada Senin 5 Januari 2026, Trump menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak asal Amerika Serikat menunjukkan ketertarikan besar untuk beroperasi di Venezuela serta siap menanamkan investasi pada sektor infrastruktur negara tersebut.

Sementara itu, pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, sebelum keduanya dibawa ke New York.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan menghadapi proses hukum atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme dan dinilai sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat. *


           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com