Internasional . 09/01/2026, 19:16 WIB

HEBOH! 61 Ribu Warga Malaysia Lepas Kewarganegaraan, Mayoritas Pindah ke Singapura, Ini Faktor Penyebabnya

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Fenomena pelepasan kewarganegaraan Malaysia dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan. Faktor ekonomi dan pertimbangan keluarga disebut sebagai alasan utama di balik keputusan puluhan ribu warga Negeri Jiran yang memilih meninggalkan status kewarganegaraan mereka.

Data resmi menunjukkan bahwa tren ini berlangsung relatif stabil. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, rata-rata sekitar 10.000 warga Malaysia setiap tahunnya tercatat secara resmi melepaskan kewarganegaraan.

Direktur Jenderal Departemen Registrasi Nasional Malaysia, Datuk Badrul Hisham Alias, mengungkapkan bahwa sebanyak 61.116 warga Malaysia telah melepaskan kewarganegaraan mereka dalam periode lima tahun hingga 17 Desember 2025.

Menariknya, berdasarkan data tersebut, perempuan menjadi kelompok terbesar yang mengambil keputusan ini. Dari total kasus yang tercatat, sebanyak 35.356 orang merupakan perempuan.

“Keputusan untuk melepaskan kewarganegaraan Malaysia sebagian besar didorong oleh faktor ekonomi dan keluarga,” ujar Badrul kepada dikutip dari Harian Metro, Jumat 9 Januari 2026.

Ia menegaskan bahwa pemerintah mencatat setiap pelepasan kewarganegaraan dilakukan melalui prosedur hukum yang jelas dan berdasarkan permohonan individu, bukan paksaan dari pihak mana pun.

Singapura Jadi Tujuan Favorit

Berdasarkan catatan Departemen Registrasi Nasional Malaysia, Singapura menjadi negara tujuan utama bagi warga Malaysia yang melepaskan kewarganegaraan.

Dalam lima tahun terakhir, 93,78 persen dari total pelepasan kewarganegaraan tercatat berakhir dengan kepindahan ke Singapura. Angka ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik negara kota tersebut bagi warga Malaysia.

Sementara itu, negara tujuan lain berada jauh di bawah Singapura. Australia tercatat sebagai tujuan bagi 2,15 persen warga, disusul Brunei Darussalam sebesar 0,97 persen. Sisanya, sekitar 3,1 persen, tersebar di berbagai negara lain.

Badrul menjelaskan, faktor ekonomi menjadi alasan dominan di balik pilihan Singapura. Negara tersebut dinilai menawarkan peluang kerja yang lebih luas serta tingkat pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan Malaysia.

Banyak warga Malaysia telah bekerja di Singapura selama bertahun-tahun, terutama di sektor jasa, manufaktur, dan teknologi. Kedekatan geografis serta kesamaan budaya juga membuat proses adaptasi dinilai lebih mudah.

“Sebagian besar pemohon sudah lama bekerja di Singapura. Dalam kondisi tertentu, memperoleh kewarganegaraan Singapura menjadi pilihan logis demi stabilitas karier dan keluarga,” jelas Badrul.

Selain ekonomi, pertimbangan keluarga juga menjadi faktor penting. Banyak warga Malaysia yang menikah dengan warga negara Singapura atau menetap lama bersama keluarga di sana.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com