Megapolitan . 10/01/2026, 19:34 WIB

Enam Rumah Warga di Cisoka Terdampak Tanah Longsor, Begini Solusi Pemkab Tangerang

Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana  |  Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana

fin.co.id -  Enam rumah milik warga di Kampung Salapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, terkena dampak tanah longsor akibat tingginya curah hujan beberapa waktu terakhir. Kondisi kontur tanah di pinggiran Sungai Cidurian menjadi tidak stabil, membuat kawasan tersebut berisiko tinggi.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan musibah ini. Potensi kenaikan debit air Sungai Cidurian yang semakin tinggi dan derasnya aliran diperkirakan akan semakin menggerus tanah di sekitar lokasi terdampak.

“Ada enam rumah yang berada dalam zona berisiko karena kondisi tanah di sempadan sungai tidak stabil. Tidak memungkinkan lagi masyarakat tinggal di sini karena hujan terus turun dan debit sungai bisa meningkat sewaktu-waktu. Kita harus segera mencarikan solusi terbaik untuk mereka,” tegasnya, Sabtu, 10 Januari 2026.

Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melakukan koordinasi lintas sektor bersama Balai Wilayah Sungai Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3), aparat keamanan, serta pemerintah desa dan kecamatan terkait. Tujuan kerjasama ini adalah untuk mempercepat penanganan dan memastikan keamanan seluruh warga di sekitar sempadan Sungai Cidurian.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa penanganan teknis kawasan Sungai Cidurian berada dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) C3 Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kami sudah berkoordinasi dan menyampaikan surat kepada Balai C3 beberapa waktu lalu. Saat ini tengah menunggu langkah-langkah teknis yang akan mereka lakukan untuk mengatasi kerawanan di sungai tersebut,” jelas Iwan.

Sementara menunggu tindak lanjut dari pihak terkait, Pemkab Tangerang bersama pemerintah daerah setempat terus melakukan pemantauan kondisi lapangan secara berkala dan menyiapkan berbagai langkah antisipatif.

“Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah relokasi bagi warga terdampak yang berada di zona paling rawan. Tentunya, langkah ini akan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesiapan lahan untuk penempatan baru mereka,” tambahnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com