Internasional . 15/01/2026, 19:57 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Rencana Amerika Serikat (AS) untuk mencaplok Greenland kembali memicu ketegangan serius di antara negara-negara anggota NATO.
Kali ini, Prancis tampil sebagai salah satu pihak paling vokal menentang ambisi Presiden AS Donald Trump yang ingin membawa pulau strategis itu ke bawah kendali Washington.
Melalui Presiden Emmanuel Macron, Prancis secara terbuka memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap kedaulatan Greenland wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark akan memicu konsekuensi besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di dalam aliansi Atlantik Utara.
Peringatan keras ini menandai sikap tegas Prancis sekaligus mencerminkan respons awal NATO terhadap pernyataan Trump yang kembali bersumpah untuk mengambil alih Greenland demi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.
Dalam rapat kabinet terbaru, Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa Prancis memandang isu Greenland sebagai persoalan serius yang tidak bisa dianggap enteng.
“Macron memperingatkan bahwa merusak kedaulatan sebuah negara sekutu Eropa akan menyebabkan reaksi berantai yang belum pernah terjadi sebelumnya,” demikian laporan media.
Macron menekankan, bahwa Prancis terus memantau perkembangan situasi Greenland secara seksama. Ia juga memastikan bahwa Paris akan bertindak dengan solidaritas penuh terhadap Denmark serta menghormati kedaulatan wilayahnya.
Sikap ini menempatkan Prancis di barisan depan negara-negara Eropa yang menolak keras narasi Trump soal Greenland.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump tetap bergeming. Ia kembali menegaskan bahwa Greenland memiliki arti strategis yang sangat vital bagi keamanan nasional Amerika Serikat.
Trump berdalih, penguasaan Greenland diperlukan untuk mencegah Rusia atau China memperluas pengaruh mereka di kawasan Arktik yang semakin strategis akibat mencairnya es laut dan terbukanya jalur pelayaran serta eksploitasi sumber daya alam.
“Amerika Serikat membutuhkan Greenland untuk alasan keamanan nasional,” tulis Trump dalam unggahan di platform Truth Social.
Trump bahkan mengaitkan penguasaan Greenland dengan proyek pertahanan ambisius AS, yakni Kubah Emas (Golden Dome), sistem pertahanan strategis yang disebut-sebut akan menjadi pilar keamanan baru Washington.
Pernyataan Trump langsung mendapat penolakan tegas dari Denmark dan Greenland. Dengan dukungan sejumlah negara Uni Eropa, Denmark menegaskan bahwa Greenland bukanlah komoditas yang bisa diperjualbelikan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media