Internasional . 16/01/2026, 16:58 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Ambisi Amerika Serikat untuk menguasai Greenland memicu ketegangan diplomatik global yang mengkhawatirkan.
Kabar mengejutkan datang dari kutub utara, memicu kekhawatiran akan eskalasi geopolitik.
Amerika Serikat secara terang-terangan menunjukkan ambisinya untuk "mencaplok" Greenland, sebuah pulau strategis di kawasan Arktik.
Langkah Washington ini tak main-main, bahkan mengancam penggunaan kekuatan fisik jika diperlukan.
Menghadapi ancaman serius ini, Denmark dan Greenland kini memperkuat barisan mereka dalam sebuah front persatuan yang solid.
Duta Besar Rusia untuk Kopenhagen, Vladimir Barbin, membocorkan situasi panas ini dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Tass.
Menurut Barbin, pembentukan front persatuan ini merupakan respons langsung terhadap keinginan Amerika Serikat untuk mengambil alih pulau tersebut.
Pernyataan ini jelas menjadi alarm bergetar bagi kedaulatan Kerajaan Denmark di wilayah Arktik yang strategis.
Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland mencapai puncaknya pada pertemuan tingkat tinggi yang digelar 14 Januari di Washington.
Dalam pertemuan krusial tersebut, Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, dan Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt, berhadapan langsung dengan Wakil Presiden AS, JD Vance, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Kedua perwakilan dari Denmark dan Greenland berbicara dengan satu suara yang tegas, membela keutuhan wilayah mereka.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media