Nasional . 23/01/2026, 07:30 WIB

Medan Ekstrem dan Risiko Tinggi! Enam Korban ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan TNI akhirnya berhasil menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis 22 Januari 2026.

Upaya ini merupakan puncak dari operasi pencarian yang telah berjalan sejak Sabtu 17 Januari 2026.

“Penemuan tersebut merupakan hasil operasi pencarian pada hari keenam yang dilaksanakan di wilayah pegunungan dengan tingkat kesulitan tinggi,” ujar Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, dikutip pada Jumat 23 Januari 2026.

Menurut Aulia, tim SAR melakukan penyisiran lanjutan di titik-titik yang sebelumnya telah terpetakan, menghadapi medan terjal, lereng curam, permukaan licin, dan cuaca yang tak menentu, sehingga membutuhkan koordinasi dan ketelitian ekstra di lapangan.

Di hari keenam pencarian, enam jenazah ditemukan dengan posisi tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik awal temuan dan berada di kedalaman kurang lebih 250 meter dari puncak gunung.

Seluruh korban langsung diamankan untuk proses evakuasi bertahap. Dengan tambahan temuan ini, jumlah korban yang berhasil ditemukan kini mencapai delapan orang, di mana dua jenazah telah dievakuasi dan diidentifikasi.

Sebelumnya, tim SAR gabungan berhasil menemukan dua jenazah, masing-masing pria dan wanita, yang kemudian berhasil diidentifikasi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri lebih dulu mengumumkan identitas jenazah wanita.

Jenazah wanita ditemukan di jurang dengan kedalaman 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung, Pangkep, pada Senin 19 Januari. Dari hasil pemeriksaan, jenazah itu diketahui merupakan pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono (33).

“Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono,” jelas Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris, saat konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, Rabu 21 Januari.

Sementara itu, jenazah pria dievakuasi dari jurang dengan kedalaman 200 meter pada Minggu 18 Januari. Korban diketahui bernama Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Meskipun tim DVI belum secara resmi mengumumkan identitas jenazah pria, keluarga Deden sudah menerima peti jenazah di Biddokkes Polda Sulsel pada Rabu 21 Januari malam, yang mengungkap identitas korban. *


           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com