Nasional . 25/01/2026, 17:33 WIB

Ide 'Gila' Dedi Mulyadi: Bandara Kertajati Terancam ‘Dipensiunkan’, Buka Opsi Tukar Guling dengan Husein

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Nasib Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kembali jadi sorotan publik. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara terbuka mengungkap alasan di balik usulan kebijakan “radikal” yang ia lontarkan terkait masa depan bandara kebanggaan warga Jabar tersebut.

Menurut Dedi, persoalan utama BIJB Kertajati bukan sekadar manajemen, melainkan ketidaksinkronan kebijakan transportasi nasional yang membuat bandara ini sulit berkembang secara komersial.

Ia menilai keberadaan Bandara Halim Perdanakusuma yang tetap beroperasi, ditambah Kereta Cepat Whoosh, justru “mematikan” daya tarik Kertajati bagi calon penumpang dari Bandung dan Jakarta.

“Ada sesuatu yang aneh. Satu sisi kita dorong ke Kertajati, tapi di sisi lain ada Whoosh, kemudian Halim tetap buka. Ya, orang pasti pilih Halim dibanding Kertajati,” ujar Dedi.

Menanggapi isu yang berkembang, Dedi menegaskan bahwa Pemprov Jawa Barat tidak berniat menjual saham BIJB Kertajati. Ia justru menawarkan skema tukar guling aset (ruislag) dengan pemerintah pusat sebagai solusi jangka panjang.

Dalam skema tersebut, operasional dan kepemilikan BIJB Kertajati diusulkan diserahkan sepenuhnya ke pemerintah pusat, sementara Pemprov Jabar mengambil alih pengelolaan Bandara Husein Sastranegara, termasuk kawasan strategis PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

“Bukan saham BIJB Kertajati yang dilepas. Pemerintah pusat melihat ada beban fiskal pada APBD Provinsi Jabar yang berat karena setiap tahun harus mengeluarkan biaya operasional,” jelas Dedi.

Hingga kini, lanjut Dedi, BIJB Kertajati belum mampu membiayai operasionalnya secara mandiri dan masih bergantung pada suntikan dana daerah setiap tahun.

Sebagai solusi yang lebih realistis, Dedi mengusulkan agar Bandara Kertajati dialihfungsikan menjadi pusat industri pertahanan nasional, bahkan berpotensi menjadi pangkalan TNI Angkatan Udara.

Menariknya, usulan tersebut diklaim telah mendapat respons positif dari Presiden RI Prabowo Subianto.

“Saya mengusulkan kawasan Kertajati menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri. Ini mendapat respons positif, sehingga Presiden memiliki harapan Kertajati menjadi pangkalan TNI AU,” kata Dedi.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com