Nasional . 25/01/2026, 14:32 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Basarnas kembali melanjutkan operasi pencarian korban longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu, 25 Januari 2026.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii, menyampaikan bahwa kegiatan pencarian dan pertolongan (SAR) dilakukan dengan membagi wilayah terdampak ke dalam beberapa sektor. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses penemuan dan evakuasi korban.
“Setelah dilakukan asesmen dari mahkota longsor hingga lidah longsoran, lokasi pencarian dibagi ke beberapa sektor. Saat ini ada 250 personel SAR terlatih yang terlibat langsung, dengan total unsur gabungan mencapai sekitar 450 personel,” kata Syafii di lokasi bencana.
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Basarnas mengombinasikan penggunaan sarana darat dan udara. Dari udara, pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan drone guna memetakan area terdampak sekaligus membantu mendeteksi kemungkinan keberadaan korban.
“Untuk unsur udara, kami mengerahkan 12 unit drone. Sementara di darat, personel dan alat berat sudah disiagakan,” ujarnya.
Meski demikian, pemanfaatan alat berat masih terbatas karena kondisi material longsoran yang belum stabil dan berpotensi membahayakan keselamatan petugas di lapangan.
“Kondisi longsoran masih berupa pasir yang sangat tidak stabil, sehingga alat berat belum bisa masuk sepenuhnya. Operasi SAR dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi,” katanya.
Berdasarkan data sementara, jumlah korban yang diduga tertimbun longsor diperkirakan mencapai sekitar 83 orang. Seluruh unsur yang terlibat diminta bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.
“Kami memastikan seluruh unsur, mulai dari koordinator lapangan hingga pengamanan, bekerja optimal untuk menemukan seluruh korban,” ujar Syafii.
Pada hari pertama operasi pencarian, Sabtu, 24 Januari 2026, tim SAR berhasil mengevakuasi sejumlah korban. Sebanyak sembilan orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, serta dua potongan bagian tubuh (body part) yang langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Hingga Sabtu sore, tim DVI Polri masih melakukan proses identifikasi terhadap korban yang telah dievakuasi. Dengan ditemukannya tiga korban utuh pada Sabtu sore, jumlah korban yang masih dinyatakan dalam pencarian diperkirakan tetap sekitar 83 orang.
Upaya pencarian di lapangan menghadapi berbagai kendala, mulai dari cuaca yang berubah-ubah dengan hujan berintensitas sedang hingga lebat, hingga kondisi material longsoran yang belum sepenuhnya stabil dan berisiko bagi keselamatan tim penyelamat.
Hasil asesmen menunjukkan timbunan material longsor memiliki ketebalan sekitar lima meter. Area yang tertutup longsoran diperkirakan selebar 100 meter, dengan jarak dari mahkota longsoran hingga titik terjauh mencapai sekitar tiga kilometer.
Untuk mempercepat proses pencarian korban, Basarnas menjadwalkan penerjunan unsur anjing pelacak (K9) dari TNI dan Polri guna membantu mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan material.
Sementara itu, berdasarkan laporan Kepala Desa Pasirlangu, bencana tersebut berdampak pada sedikitnya 30 rumah dari total 34 kepala keluarga di wilayah setempat. Jumlah warga yang terpaksa mengungsi diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media