Nasional . 27/01/2026, 13:09 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Ke-23 prajurit ini sebenarnya sedang disiapkan untuk mengisi pos-pos penting di perbatasan darat antara Indonesia dan Papua Nugini.
Latihan di Cisarua dipilih karena kontur medannya yang dianggap menyerupai tantangan geografis di Papua.
Meski musibah tanah longsor menghentikan langkah mereka secara fisik, semangat "Beruang Hitam" dipastikan akan tetap dibawa rekan-rekan mereka yang akan melanjutkan misi tersebut.
TNI AL menegaskan misi Satgas Pamtas RI-PNG 2026 akan tetap berjalan sebagai penghormatan atas pengabdian rekan-rekan mereka yang telah gugur.
Hingga Selasa siang, fokus utama tim gabungan adalah mempercepat identifikasi terhadap 4 jenazah yang sudah ditemukan dan melanjutkan pencarian 19 prajurit lainnya.
Penggunaan drone thermal menjadi krusial karena tanah longsor di Cisarua memiliki ketebalan yang cukup ekstrem, yang membuat pencarian manual menjadi sangat lambat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media