Hukum dan Kriminal . 27/01/2026, 13:25 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
Ia menegaskan, sikap yang diambilnya bukan membela individu tertentu, melainkan mempertahankan prinsip berpikir kritis.
"Saya mau membela bahwa ijazah itu asli. Ijazahnya asli. Orangnya yang palsu. Semua ijazah pasti asli. Kesalahan kalian itu minta Jokowi tunjukkan ijazah aslinya. Harusnya tanya, mana yang palsu," ucapnya.
Rocky juga menekankan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mempertanyakan pejabat publik, termasuk presiden.
"Tiga orang ini bertanya, ‘ijazahmu mana, asli atau palsu?’ Pertanyaan warga negara pada kepala negara harus dijawab. Kepala negara itu pelayan warga," bebernya.
Menurutnya, polemik tersebut bukan hal baru dan sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku telah mengikuti dan terlibat dalam perkara ini sejak awal.
"Ini peristiwa yang dicicil dua tahun lalu. Saya sudah hafal logika kekuasaan dan legal reasoning-nya," imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, Rocky turut menyinggung kondisi psikologis Presiden Joko Widodo. Ia menilai terlalu sering mengikuti polemik melalui ponsel dapat memicu tekanan mental.
"Pak Jokowi bermasalah karena tiap hari lihat HP. Lihat muka Rizmon, muka Tifa, itu bikin stres," ujarnya.
Ia pun menyarankan agar presiden menjaga ketenangan dengan meningkatkan hormon penenang alami dalam tubuh.
“Oksitosin itu hormon dari hipotalamus yang bikin rasa tenang. Endorfin juga,” tuturnya.
Diketahui, Rocky Gerung diperiksa sebagai saksi ahli atas permintaan Roy Suryo terkait dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi di Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan pemanggilan tersebut dan menyebut surat panggilan telah dikirimkan kepada Rocky.
"Benar penyidik sudah melayangkan surat panggilan hari ini," katanya kepada disway.id, Selasa, 27 Januari 2026.
Adapun pemeriksaan terhadap Rocky Gerung dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB.
Rafi Adhi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media