Ekonomi . 27/01/2026, 10:22 WIB

Lolos Fit and Proper Test! Thomas Djiwandono Jamin BI Tetap Independen dan Bebas Politik

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Nama Thomas Djiwandono mendadak jadi pusat perhatian pasar keuangan dan pelaku ekonomi nasional. Pria yang akrab disapa Tommy ini baru saja menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Di tengah keraguan publik mengenai latar belakang politiknya, Tommy memberikan jaminan tegas bahwa ia akan menjaga muruah dan independensi bank sentral dari intervensi mana pun.

Banyak pihak memang sempat mempertanyakan posisinya yang pernah menjabat sebagai petinggi partai. Namun, dalam proses di parlemen, Tommy meyakinkan semua pihak bahwa aturan main di Bank Indonesia sudah sangat saklek dan tidak memberikan ruang bagi kepentingan politik praktis.

"Bahwa undang-undang independensi Bank Indonesia itu sangat kuat. Kedua, saya melewati semua proses yang harus dilakukan berdasarkan undang-undang itu," tegas Thomas Djiwandono usai menjalani uji kelayakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Bukti Nyata Keluar dari Gerindra: Tommy Tunjukkan Surat Resmi

Isu afiliasi partai politik menjadi poin paling panas dalam diskusi di Komisi XI DPR RI. Menjawab hal tersebut, Tommy membeberkan fakta bahwa dirinya sudah lama menanggalkan atribut politiknya. Ia menjelaskan telah mundur dari jabatan strategis sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak Maret 2025.

Tak berhenti di situ, untuk benar-benar memastikan statusnya netral, Tommy juga telah resmi keluar dari keanggotaan partai berlambang kepala burung garuda tersebut pada akhir tahun lalu. Langkah ini ia ambil sebagai bentuk kepatuhan total terhadap syarat menjadi petinggi di bank sentral.

"Di bulan Maret tahun lalu, saya tidak menjadi Bendahara Umum lagi. Nah, tanggal 31 Desember tahun lalu itu saya keluar dari keanggotaan Gerindra," jelasnya secara rinci kepada para anggota dewan.

Transparansi Dokumen Jadi Kunci Kepercayaan Publik

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, sempat meminta kejelasan lebih dalam mengenai pengunduran diri tersebut. Ia menekankan pentingnya dokumen tertulis agar publik tidak hanya mendengar janji manis, tetapi melihat bukti konkret pengabdian profesional Thomas di BI kelak.

"Bisa dilampirkan suratnya? Ini penting Pak supaya klarifikasi ini datang dari Bapak dengan dokumen resmi," tanya Misbakhun dalam persidangan tersebut.

Tanpa ragu, Tommy langsung menunjukkan bukti fisiknya di hadapan para wakil rakyat. "Resmi Pak, resmi dari surat pengunduran diri saya dan dari DPP Gerindra," jawab Tommy sembari memperlihatkan surat resmi tersebut sebagai jaminan integritasnya.

Masa Depan Kebijakan Moneter di Tangan Thomas Djiwandono

Dengan kepastian mundurnya Tommy dari dunia politik, kini fokus beralih pada bagaimana ia akan membawa Bank Indonesia menghadapi tantangan ekonomi global ke depan. Komitmennya untuk tunduk pada undang-undang independensi BI diharapkan mampu memberikan sentimen positif bagi pasar dan stabilitas rupiah.

Pemerintah dan DPR kini menaruh harapan besar agar pengalaman profesional Thomas bisa memperkuat barisan Dewan Gubernur BI. Langkah berani Tommy keluar dari zona nyaman partai politik demi pengabdian di sektor moneter menjadi sinyal kuat bahwa profesionalisme tetap menjadi panglima dalam mengelola stabilitas keuangan negara. - Anisha Aprilia/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com