Megapolitan . 27/01/2026, 13:12 WIB

Tata Ruang Jadi Tantangan, Pemprov DKI Fokus Tekan Risiko Banjir Jakarta

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan, berdasarkan kondisi tata ruang wilayah, Jakarta hampir mustahil terbebas sepenuhnya dari genangan air maupun banjir.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono ketika meninjau kegiatan pengerukan Kali Cakung Lama Rawa Indah di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa, 27 Januari 2026.

"Secara tata ruang saudara-saudara sekalian, enggak mungkin Jakarta ini nggak ada genangan, nggak mungkin. Jadi saya harus menyampaikan apa adanya," kata Pramono di lokasi.

Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap berkomitmen menekan potensi banjir melalui berbagai langkah strategis. Salah satu upaya yang tengah dijalankan adalah normalisasi Kali Cakung Lama di Cilincing sepanjang 8,5 kilometer yang ditargetkan selesai pada 2027.

Normalisasi tersebut diharapkan mampu mengurangi genangan di sejumlah kawasan Jakarta Utara, di antaranya Kelapa Gading, Cilincing, Sukapura, hingga Semper Barat.

Selain Kali Cakung Lama, pemerintah juga akan melaksanakan normalisasi pada dua sungai utama lainnya, yaitu Kali Ciliwung dan Kali Krukut, yang mulai dikerjakan tahun ini.

Khusus Kali Ciliwung yang menyumbang sekitar 40 persen potensi banjir di Jakarta, pelaksanaan normalisasinya akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pramono sendiri telah menandatangani empat penetapan lokasi pembebasan lahan di bantaran sungai tersebut, meliputi Kelurahan Rawajati dan Pengadegan di Jakarta Selatan, serta Cawang dan Cililitan di Jakarta Timur.

Dalam empat lokasi tersebut, tercatat sebanyak 738 bidang tanah akan dibebaskan dengan skema ganti untung. Proses pembebasan lahan dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Sementara itu, normalisasi Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer akan ditangani langsung oleh Dinas SDA DKI Jakarta pada tahun ini. Proyek tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Kemang dan sekitarnya.

Sebanyak 65 bidang tanah di bantaran Kali Krukut juga akan dibebaskan dengan mekanisme ganti untung.

"Inilah salah satu solusi jangka menengah yang kami lakukan untuk mengatur banjir di Jakarta," ujar Mas Pram, sapaan akrab Pramono.

Untuk penanganan jangka pendek, Pramono mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC), serta melakukan pengerukan kali dan waduk. Anggaran khusus pun telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan OMC selama satu bulan.

Selain itu, Pemprov DKI mengerahkan 200 unit ekskavator yang disebar di lima wilayah Jakarta guna mempercepat pengerukan sedimen sungai.

Adapun dalam jangka panjang, pemerintah berencana melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh, membangun tanggul pengaman pantai melalui proyek NCICD, hingga merealisasikan Giant Sea Wall (GSW).

"Memang perlu penanganan jangka pendek, jangka menengah, dan tentunya jangka panjang," pungkasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com