Nasional . 28/01/2026, 15:39 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) sekaligus Guru Besar ITB, Iswandi Imran, menegaskan peta terbaru menunjukkan eskalasi bahaya dibanding pemetaan sebelumnya.
“Kontur bahaya pada peta 2024 terlihat lebih rapat dibandingkan 2017. Ini mengindikasikan adanya peningkatan risiko gempa di beberapa wilayah,” jelas Iswandi dalam kegiatan sosialisasi peta gempa nasional.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengingatkan dampak megathrust tak hanya berupa guncangan kuat. Tetapi juga tsunami besar.
Peneliti BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menyebut jika zona selatan Jawa hingga Selat Sunda melepaskan energi besar, tsunami bisa mencapai 20 meter di wilayah tertentu. Seperti:
Bertambahnya zona megathrust menjadi 14 titik bukanlah kabar menenangkan, namun juga bukan alasan untuk panik.
Dengan adanya 14 titik yang telah dipetakan dalam versi 2024, pemerintah dan masyarakat jangan lagi memandang remeh mitigasi bencana.
Fokus pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah tersebut kini harus memenuhi standar tahan gempa yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.
Peta terbaru justru memberi kesempatan bagi Indonesia meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat riset, dan membangun sistem mitigasi yang lebih matang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media