Megapolitan . 28/01/2026, 15:48 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi mengambil langkah cepat untuk mengatasi krisis banjir yang melanda 27 kecamatan di wilayahnya. Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, memastikan penggunaan Dana Tak Terduga (DTT) dari APBD 2026 akan segera dikucurkan guna mempercepat penanganan kedaruratan bagi ribuan warga terdampak.
Dalam keterangannya pada Selasa (27/1/2026), Maesyal menegaskan bahwa kendala anggaran tidak boleh menjadi penghambat dalam menyelamatkan warga. Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sedang merampungkan administrasi Surat Keputusan (SK) penetapan status tanggap darurat banjir.
"Dana tak terduga memang disiapkan untuk kondisi darurat seperti ini. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar penggunaan anggaran ini tetap akuntabel dan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Maesyal.
Penanganan Lintas Sektoral
Banjir yang meluas di hampir seluruh wilayah Kabupaten Tangerang menuntut respons taktis, mulai dari penyaluran logistik hingga perbaikan infrastruktur vital. Fokus utama saat ini diarahkan pada wilayah rawan seperti Kecamatan Jayanti dan Kosambi.
Selain penanganan jangka pendek, Maesyal mengungkapkan rencana strategis jangka panjang berupa peningkatan infrastruktur pengendali banjir. Hal ini mencakup pembangunan pintu air baru, perluasan drainase, hingga pengadaan mesin pompa kapasitas tinggi.
Namun, Maesyal mengakui bahwa Pemkab tidak bisa bekerja sendiri. Normalisasi sungai-sungai besar yang kerap meluap menjadi kunci utama. "Penanganan Sungai Cidurian, Cimanceuri, Cirarab, dan kawasan Situ Gelam memerlukan keterlibatan pusat. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) karena kewenangan sungai-sungai tersebut ada pada mereka," jelasnya.
Prioritas Keselamatan Warga
Meski status tanggap darurat masih dalam proses penandatanganan, pelayanan di lapangan dipastikan tetap berjalan tanpa jeda. Tenda-tenda pengungsian, dapur umum, dan layanan kesehatan telah disiagakan di titik-titik krusial.
Maesyal menekankan bahwa prioritas tertinggi saat ini adalah memastikan seluruh warga yang terisolasi mendapatkan akses bantuan yang layak. "Yang terpenting adalah warga tertangani dengan baik dan dampak banjir bisa kita minimalkan sekecil mungkin," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media