Nasional . 28/01/2026, 07:54 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi hujan deras disertai petir yang akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia pada Rabu ini. Prakiraan cuaca ini disampaikan langsung oleh Prakirawan BMKG, Afif Setiawan, dalam siaran daring yang diikuti dari Jakarta.
Menurut Afif, sejumlah kota di tanah air akan mengalami hujan ringan, termasuk Kota Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Tanjung Selor, Denpasar, Mamuju, Kendari, Ambon, Jayawijaya, dan Merauke. Hujan ringan ini bisa disertai gerimis pada beberapa titik, sehingga masyarakat dianjurkan untuk tetap membawa payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah.
Sementara itu, BMKG memprakirakan sejumlah kota lain akan mengalami kondisi berawan tebal hingga berkabut. Kota-kota seperti Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Palembang, Pontianak, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya, dan Nabire masuk dalam kategori ini. Masyarakat diminta berhati-hati karena jarak pandang bisa berkurang akibat kabut tebal, sehingga potensi kecelakaan lalu lintas meningkat.
Tak kalah penting, kondisi hujan sedang diprediksi melanda Serang, Jakarta, Surabaya, Mataram, dan Makassar. Sedangkan hujan yang disertai petir bakal terjadi di Samarinda, Banjarmasin, Padang, dan Kupang. Kombinasi hujan dan petir ini bisa menimbulkan risiko bagi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi nelayan, pekerja konstruksi, dan masyarakat yang berada di daerah rawan banjir.
BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer menjadi faktor utama yang mempengaruhi pola cuaca ini. Hasil pantauan meteorologi menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang membentang dari Samudera Hindia di barat Sumatera hingga Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya. Fenomena ini memengaruhi pembentukan awan hujan dan distribusi curah hujan di wilayah Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Lebih jauh, BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk siaga hujan lebat hingga sangat lebat di mayoritas wilayah Pulau Jawa, serta Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam 24 jam ke depan. Warga yang tinggal di wilayah rawan banjir, tanah longsor, atau angin kencang diimbau untuk memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan menyiapkan langkah antisipasi dini.
Cuaca ekstrem ini bukan hanya soal hujan semata, tetapi juga bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor. BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah aliran sungai, kaki bukit, atau kawasan rawan longsor. Selain itu, kesiapsiagaan komunitas dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kerugian akibat bencana.
Prakiraan ini menegaskan bahwa cuaca Indonesia di akhir Januari masih sangat dinamis. Pergantian musim hujan ke kemarau yang belum stabil membuat curah hujan tetap tinggi di sebagian besar pulau. Aktivitas harian seperti perjalanan, sekolah, dan pekerjaan di luar rumah harus diatur dengan memperhitungkan risiko hujan deras dan petir.
Masyarakat juga dianjurkan untuk memanfaatkan aplikasi BMKG dan kanal media sosial resmi untuk mendapatkan informasi terkini. Dengan begitu, mereka dapat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem secara lebih efektif dan terhindar dari potensi bahaya.
Kesimpulannya, BMKG memperingatkan bahwa Waspada Hujan Deras dan Petir kini bukan sekadar himbauan, melainkan langkah preventif yang krusial. Jangan abaikan tanda-tanda cuaca ekstrem karena keselamatan diri dan keluarga menjadi prioritas utama. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media