Megapolitan . 30/01/2026, 18:40 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Warga Kampung Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali menyuarakan keluhan terkait banjir yang terus melanda lingkungan mereka dalam beberapa waktu terakhir.
Genangan air yang menutup dua wilayah, yakni Kebon Pala dan Tanah Rendah, diketahui kerap terjadi sejak 20 Januari 2026. Kondisi ini sempat membaik ketika air surut, namun tidak berlangsung lama karena banjir kembali masuk ke kawasan permukiman, khususnya rumah-rumah warga yang berada di bantaran sungai.
Di tengah situasi tersebut, salah satu warga Kebon Pala bernama Sunarto menyampaikan bahwa dirinya memilih bertahan menghadapi kondisi yang ada.
"Capek si capek, tapi kita nikmati saja. Daripada kita digusur atau dinormalisasi tanpa kejelasan, mendingan seperti ini," ucap Sunarto di lokasi, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia berharap pemerintah dapat menyalurkan bantuan yang mampu meringankan beban warga terdampak banjir. Menurutnya, rasa aman dan kenyamanan menjadi hal krusial, mengingat banyak warga Kebon Pala telah lama menetap di kawasan tersebut.
Sunarto juga menyoroti pentingnya kejelasan apabila pemerintah berencana melakukan normalisasi sungai. Ia menilai proses tersebut harus disertai persiapan matang, termasuk kepastian relokasi dan mekanisme ganti rugi.
"Kalau mau normalisasi, harus ada persiapan yang jelas, ganti ruginya bagaimana, pindah kemana, itu kan belum jelas. Lokasi relokasi ada sih tidak masalah, tapi kepastiannya belum ada," tekan dia.
Sementara itu, peningkatan permukaan air turut dipicu oleh naiknya status Bendung Katulampa yang mulai terpantau sejak Jumat pagi.
"Naik baru pagi ini, sekitar pukul 05.00 mulai naik, nah sekarang tingginya sampai 210 sentimeter," ujar warga setempat, Sunarto di lokasi pada Jumat, 30 Januari 2026.
Sebelum kenaikan debit air tersebut, warga sebenarnya telah lebih dulu mengungsi sejak Kamis malam setelah menerima peringatan potensi banjir. Proses evakuasi kembali dilakukan pada Jumat karena air terus bertambah, dengan bantuan perahu milik aparat kepolisian.
"Iya dari semalam. Nah, ini ada evakuasi lagi karena naik kan pakai perahu polisi," pungkas dia.
Cahyono/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media