Nasional . 30/01/2026, 17:39 WIB

SINYAL KIAMAT? Megatsunami Greenland 200 Meter: BUMI ‘BERTERIAK’ dari Balik Es yang Mencair, Ini Dampaknya di Indonesia

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Dunia sains dikejutkan oleh temuan terbaru: megatsunami setinggi 200 meter yang menghantam wilayah fjord terpencil di Greenland pada 2023. Lebih mengejutkan lagi. Peristiwa dahsyat ini baru terdeteksi satu tahun setelah kejadian.

Fenomena ini bukan tsunami biasa. Gelombang raksasa tersebut dipicu oleh longsoran batu dan es dalam skala luar biasa. Terperangkap di dalam fjord. Menciptakan getaran berulang. Bahkan terasa hingga ke seluruh penjuru Bumi.

“Awalnya semua orang benar-benar kebingungan. Tidak ada yang memahami apa yang sebenarnya terjadi,” ujar peneliti dari Survei Geologi Denmark dan Greenland, Kristian Svennevig.

Keanehan pertama muncul pada September 2023. Ini terjadi ketika sensor seismik di berbagai belahan dunia menangkap getaran berulang setiap 90 detik. Berlangsung selama sembilan hari berturut-turut. Kemudian terulang sebulan kemudian.

Para ilmuwan sempat menduga berbagai kemungkinan. Mulai dari gempa aneh, aktivitas gunung api, hingga fenomena atmosfer. Namun, tidak satu pun teori mampu menjelaskan pola getaran yang konsisten dan global tersebut.

Baru hampir setahun kemudian, dua studi ilmiah terpisah mengajukan hipotesis mengejutkan: sumber sinyal itu adalah megatsunami di Greenland Timur.

Longsor Es & Batu Picu Gelombang Raksasa

Penelusuran lebih lanjut mengungkap pemicu kiamat kecil ini sekitar 25 juta meter kubik batu dan es runtuh dari lereng setinggi 600 hingga 900 meter ke dalam fjord sempit di Greenland.

Citra satelit memperlihatkan empat longsoran besar baru, ditambah bekas longsor lama yang memperparah dampak. 

Material raksasa tersebut menghantam air fjord, memicu gelombang ekstrem yang tidak menyebar ke laut lepas, melainkan terperangkap di dalam fjord.

Gelombang ini kemudian berubah menjadi seiches. Yakni gelombang berdiri yang bergerak bolak-balik seperti air di dalam bak raksasa, mengguncang dasar fjord dan kerak Bumi.

Dalam makalah ilmiah yang dipimpin Svennevig, para peneliti menyebut megatsunami ini tidak terjadi sesaat, melainkan bertahan hampir satu minggu penuh.

Arah gelombang bahkan tercatat tegak lurus dari jalur tsunami awal, menandakan dinamika air yang sangat kompleks dan tidak lazim.

“Kami berhasil memecahkan teka-teki ini berkat kolaborasi internasional dan pendekatan lintas disiplin,” terang Svennevig.

Bencana Nyaris Tak Kasat Mata

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com