Kesehatan . 01/02/2026, 17:42 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman infeksi virus Nipah, meskipun hingga kini belum ditemukan kasus penularan pada manusia di Indonesia.
Kewaspadaan dinilai penting mengingat karakter virus yang berbahaya serta potensi penularannya yang dapat terjadi dari hewan ke manusia.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menjelaskan bahwa virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang secara alami hidup pada kelelawar buah.
Penularan ke manusia dapat terjadi melalui perantara hewan lain, seperti babi, maupun lewat konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi, termasuk buah atau nira yang tercemar liur atau kotoran kelelawar.
“Sampai saat ini Indonesia belum melaporkan kasus konfirmasi virus Nipah pada manusia. Namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan karena Indonesia termasuk wilayah berisiko, terutama akibat kedekatan geografis dan tingginya mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa,” ujar Murti dalam keterangan resmi, Minggu.
Murti mengungkapkan, sejumlah penelitian di Indonesia telah menemukan bukti serologis serta deteksi virus pada inang alaminya, yakni kelelawar buah dari genus Pteropus.
Temuan ini menunjukkan bahwa sumber penularan secara alami berpotensi ada di dalam negeri.
Selain penularan dari hewan, virus Nipah juga dilaporkan dapat menyebar antar manusia, terutama melalui kontak erat dengan penderita.
Gejala yang ditimbulkan pun sangat bervariasi, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, hingga ensefalitis atau peradangan otak yang dapat berujung pada kematian.
Dinas Kesehatan Diminta Perketat Pemantauan
Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes meminta seluruh dinas kesehatan, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, untuk meningkatkan pemantauan dan verifikasi tren penyakit yang berpotensi berkaitan dengan virus Nipah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media